SULAWESI SELATAN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 49,94 poin atau 0,82 persen ke level 6.171,64 pada perdagangan Rabu (30/9/2026) pukul 09.22 WIB, dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.121,70. Penguatan indeks sejalan dengan lonjakan Indeks IDX Energy yang menguat 1,35 persen ke 3.175,65, ditopang kenaikan sejumlah saham batu bara dan energi terbarukan.
Sepanjang pagi, IHSG bergerak di kisaran 6.100–6.180. Data Investing.com menunjukkan indeks bertahan di zona hijau sejak pembukaan, dengan sektor energi menjadi salah satu pendorong utama kenaikan.
Indeks IDX Energy berada di level 3.175,65 atau menguat 42,25 poin setara 1,35 persen. Kenaikan indeks sektor ini melampaui penguatan IHSG secara keseluruhan, menandakan minat beli yang terkonsentrasi di saham-saham tambang dan energi.
Beberapa saham mencatatkan kenaikan paling tajam di antara emiten energi:
Di tengah penguatan sektor, sejumlah saham energi justru bergerak di zona merah. Baramulti Suksessarana turun 5,53 persen ke level 5.125, koreksi terdalam di antara emiten energi pagi ini. Golden Eagle Energy melemah 2,58 persen ke level 3.400, sedangkan Mitrabahtera Segara turun 0,34 persen ke level 2.890.
Dua saham energi lain tercatat stagnan. Prima Andalan Mandiri bertahan di level 3.590 dan Super Energy berada di level 3.060, keduanya tanpa perubahan persentase.
Penguatan IDX Energy yang lebih besar dari IHSG menunjukkan aliran dana pagi ini condong ke sektor komoditas dan energi. Bagi investor, kenaikan ini perlu dicermati bersama sentimen harga batu bara global dan arus dana asing, yang belum tercermin dalam data perdagangan pagi.
Pergerakan saham individu di sektor energi cukup bervariasi, dari kenaikan lebih dari 3 persen hingga koreksi 5 persen, sehingga pemilihan emiten tetap menjadi faktor penentu kinerja portofolio jangka pendek.