Wagub Sulsel Tinjau Puskesmas Bua Tallulolo, Minta 28 Puskesmas di Toraja Utara Inventarisasi Alat Antropometri Rusak

Penulis: Chandra Kusuma  •  Minggu, 27 September 2026 | 10:02:31 WIB
Wagub Sulsel meninjau pelayanan di Puskesmas Bua Tallulolo, Toraja Utara.

RANTEPAO — Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari pemantauan intervensi gizi sekaligus penguatan pelayanan kesehatan bagi anak dan keluarga di Kabupaten Toraja Utara. Pemprov Sulsel bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel menyerahkan bantuan susu dan vitamin Taburia guna mendukung pemenuhan gizi anak di wilayah itu.

Di Puskesmas Bua Tallulolo, tercatat 127 balita masuk kategori stunting berdasarkan hasil pengukuran Agustus 2026. Fatmawati mendorong keluarga memperhatikan asupan gizi dan rutin membawa anak ke puskesmas maupun posyandu untuk memantau tumbuh kembang.

Minta Alat Antropometri Rusak di 28 Puskesmas Didata

Fatmawati mengapresiasi upaya Pemkab Toraja Utara menurunkan angka stunting. Namun ia menegaskan peningkatan kualitas data tetap krusial agar intervensi pemerintah tepat sasaran.

Ia meminta Pemkab Toraja Utara menginventarisasi alat antropometri yang mengalami kerusakan di 28 puskesmas. Data itu selanjutnya dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

"Betapa pentingnya akurasi data. Kita jangan fokus saja dengan penanganan kuratif untuk anak-anak stunting, tetapi alangkah baiknya kita berfokus kepada promotif preventif. Bukankah mencegah jauh lebih baik daripada mengobati?" katanya.

Target Turun di Bawah Rata-rata Nasional

Fatmawati menyebut Sulawesi Selatan masih harus bekerja keras menekan angka stunting agar berada di bawah rata-rata nasional. Meski begitu, tren penurunan data hingga Agustus dinilai menunjukkan anak-anak di daerah itu selangkah lagi keluar dari zona stunting.

"Masa depan bangsa ada di tangan anak-anak kita. Sulawesi Selatan masih harus bekerja keras karena kita perlu menekan angka stunting agar berada di bawah rata-rata nasional. Namun, melihat penurunan tren data hingga Agustus ini, artinya anak-anak kita sudah selangkah lagi keluar dari zona stunting," ujar Fatmawati.

Percepatan penurunan stunting, lanjutnya, membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Bukan hanya tenaga kesehatan, tetapi juga pemerintah, kader, keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lain.

Kendala Kunjungan Posyandu dan Langkah Sweeping

Kepala Puskesmas Bua Tallulolo menyebut salah satu kendala pelayanan posyandu adalah belum optimalnya kunjungan bayi dan balita. Kondisi itu antara lain disebabkan jadwal posyandu yang terkadang beririsan dengan kegiatan kemasyarakatan.

Untuk menjangkau sasaran yang belum datang, petugas puskesmas melakukan kunjungan rumah atau sweeping, termasuk untuk pelayanan imunisasi.

Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi mengatakan penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor dan tingkatan pemerintahan. Pemkab Toraja Utara berkomitmen memperkuat pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi ibu dan anak, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Kita bisa realisasikan ke depannya supaya target-target penurunan stunting di Toraja Utara bisa kita capai karena ini demi masa depan daerah kita sendiri," ujar Andrew.

Bantuan Bibit Cabai dan Tabebuya untuk Keluarga

Dalam kunjungan itu, Pemprov Sulsel juga menyerahkan bibit cabai dan bibit pohon tabebuya. Fatmawati mengatakan pemanfaatan pekarangan untuk menanam cabai dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membuka peluang nilai tambah ekonomi bagi keluarga.

"Kalau kita semua menanam cabai di depan rumah kita lima pot saja, tentunya untuk pemenuhan keluarga bisa terpenuhi. Bahkan kalau ada pekarangan lebih, kita tanam cabai, itu bisa bernilai tambah ekonomi untuk keluarga," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar bantuan pemenuhan gizi diberikan dan dikonsumsi sesuai kebutuhan anak, bukan sekadar dilihat dari nilai bantuannya.

"Jangan dilihat nilainya, tetapi pastikan ini adalah bentuk kepedulian kita dan kita berharap ini bisa memberikan tambahan gizi kepada anak-anak kita," kata Fatmawati.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: suaracelebes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top