SULAWESI SELATAN — ZXMOTO resmi meluncurkan 820X di ajang CIMA 2026 Chongqing, menjadi motor adventure tiga silinder pertama yang diproduksi di Tiongkok. Motor ini mengusung mesin 818,8 cc berperforma 114 hp dan 80 Nm, menyasar segmen yang selama ini dikuasai Triumph Tiger 900 dan Tiger Sport 800. Paket elektroniknya tergolong lengkap untuk kelasnya, tapi harga resmi dan ketersediaan global belum diumumkan.
ZXMOTO memakai mesin yang sama dengan model 820RR, namun dikalibrasi ulang untuk karakter adventure. Mesin tiga silinder berkapasitas 818,8 cc itu menghasilkan 114 hp pada 10.500 rpm dan torsi 80 Nm pada 8.500 rpm.
Angka tersebut menempatkan 820X sejajar dengan Triumph Tiger 900 di atas kertas. Yang membedakan, 820X diklaim sebagai motor adventure tiga silinder pertama yang diproduksi di Tiongkok — sebuah posisi yang belum diisi pabrikan China lain.
Sistem ride-by-wire menjadi standar, dengan empat mode berkendara: Road, Sport, Rain, dan Off-Road. Seluruh informasi ditampilkan pada panel instrumen TFT vertikal berukuran 6,2 inci.
Layout vertikal seperti ini mulai umum di segmen adventure karena memudahkan pembacaan saat berdiri di atas footpeg. Namun belum ada konfirmasi apakah layar tersebut mendukung konektivitas smartphone atau navigasi turn-by-turn.
Paket elektronik 820X tergolong agresif untuk motor China di segmen ini. IMU 6-sumbu menjadi tulang punggung fitur Cornering ABS dan Cornering Traction Control yang keduanya tersedia sebagai standar.
Kehadiran Adaptive Cruise Control di motor adventure kelas menengah masih tergolong langka. Fitur ini biasanya baru muncul di motor premium seperti Ducati Multistrada V4 atau BMW R 1300 GS.
Spesifikasi di atas kertas memang menggoda, tapi ada beberapa hal yang belum terjawab. ZXMOTO belum mengumumkan harga resmi, bobot motor, kapasitas tangki, maupun jarak ground clearance 820X.
Untuk motor adventure, angka-angka itu justru krusial — bukan sekadar tenaga puncak. Bobot dan distribusi massa menentukan seberapa nyaman motor dibawa di jalur tanah, sementara kapasitas tangki menentukan jangkauan touring.
Selain itu, jaringan layanan purna jual ZXMOTO di luar Tiongkok masih terbatas. Pembeli di Indonesia, misalnya, perlu memastikan ketersediaan suku cadang dan bengkel resmi sebelum mempertimbangkan motor ini sebagai teman touring jarak jauh.
ZXMOTO menempatkan 820X berhadapan langsung dengan Triumph Tiger 900 dan Tiger Sport 800. Secara spesifikasi mesin, 820X tidak kalah — bahkan unggul di beberapa fitur elektronik seperti ACC yang belum tentu tersedia di Tiger 900 versi dasar.
Namun reputasi dan jaringan servis tetap jadi pekerjaan rumah besar. Triumph sudah punya puluhan tahun rekam jejak di segmen adventure, sementara ZXMOTO baru memulai langkah pertamanya.
Bagi pembeli yang mementingkan spesifikasi dan fitur per rupiah, 820X layak masuk daftar pertimbangan begitu harga resminya keluar. Tapi bagi yang mengutamakan ketenangan setelah pembelian, merek mapan masih lebih aman untuk saat ini.