Stunting di Kabupaten Gorontalo: 1.550 Keluarga Dapat Bantuan Nutrisi

Penulis: Endra Sanjaya  •  Jumat, 11 September 2026 | 10:05:32 WIB
Warga menerima bantuan nutrisi dalam kegiatan penanganan stunting di Kabupaten Gorontalo.

SULAWESI SELATAN — Selain bantuan gizi, kegiatan yang dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan dan KB gratis ini menyisipkan edukasi literasi keuangan bagi masyarakat. Tujuannya, keluarga penerima manfaat tidak hanya terbantu secara pangan, tetapi juga mampu mengelola keuangan dengan lebih bijak.

Mengapa Penanganan Stunting Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

Sofyan Puhi menegaskan, penanganan stunting tidak bisa diselesaikan pemerintah daerah sendirian. Dibutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari lembaga negara, dunia usaha, lembaga keuangan, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.

“Upaya penanganan stunting membutuhkan intervensi lintas sektor yang terpadu, sistematis, dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sofyan.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan BKKBN dan Bank Indonesia yang dinilai berkontribusi nyata membantu keluarga berisiko stunting, khususnya lewat bantuan nutrisi dan pangan.

Literasi Keuangan untuk Keluarga Berisiko Stunting

Kegiatan ini juga mengintegrasikan edukasi literasi keuangan. Masyarakat diberi pemahaman mengenai Rupiah serta pentingnya mengelola keuangan secara bijak.

Menurut Sofyan, literasi keuangan semakin penting di tengah berkembangnya digitalisasi layanan keuangan.

“Pemahaman yang baik akan membantu masyarakat memanfaatkan layanan keuangan secara efektif, efisien, aman, dan bertanggung jawab,” katanya.

Integrasi literasi keuangan dengan pemberian bantuan dinilai memberi manfaat lebih luas. Masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga pengetahuan yang mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.

Posyandu dan Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi

Kegiatan tersebut diintegrasikan dengan pelaksanaan Posyandu, khususnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil serta pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita.

Sofyan berharap pola kolaborasi ini terus diperkuat dan dilakukan berkelanjutan, sehingga masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas.

“Integrasi seperti ini harus terus kita kuatkan sehingga setiap keluarga, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita, mendapatkan layanan kesehatan yang baik,” ujarnya.

KB Gratis Serentak di 19 Kecamatan

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan Kick Off Pelayanan KB Gratis Serentak di 19 kecamatan dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia.

Menurut Sofyan, pelayanan KB berkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting karena pembangunan keluarga sehat harus dimulai sejak sebelum kehamilan.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum terjadinya kehamilan. Karena itu, kita harus membangun keluarga yang sehat, terencana, dan memiliki kesiapan yang baik untuk melahirkan generasi yang berkualitas,” jelasnya.

Apresiasi juga diberikan kepada Bank Indonesia, tenaga medis, PLKB, kader, serta perwakilan BKKBN yang mendukung pelayanan KB melalui mobil pelayanan bagi para akseptor.

Donasi Jamban untuk Keluarga Berisiko Stunting

Ikatan Penyuluh KB Kabupaten Gorontalo turut menunjukkan kepedulian melalui donasi pembangunan jamban bagi keluarga berisiko stunting. Sanitasi layak menjadi salah satu faktor penting dalam pencegahan stunting.

Sofyan berharap berbagai bentuk kepedulian tersebut menjadi gerakan bersama yang terus berkembang.

“Semoga gerakan kebaikan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi organisasi, komunitas, kelompok masyarakat, maupun pihak-pihak lainnya untuk turut berkontribusi terhadap program percepatan penurunan stunting,” pungkasnya.

Yang Perlu Ibu Ketahui soal Layanan Ini

Jika ibu tinggal di Kabupaten Gorontalo dan termasuk keluarga berisiko stunting, layanan Posyandu di 11 kecamatan penerima manfaat bisa dimanfaatkan untuk pemeriksaan kehamilan dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Pelayanan KB gratis serentak juga tersedia di 19 kecamatan melalui mobil pelayanan. Manfaatkan momen ini untuk berkonsultasi soal kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat intervensi terhadap keluarga berisiko stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gorontalo.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: prosesnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top