TAKALAR — Antrean kendaraan roda dua dan roda empat di tiga SPBU wilayah hukum Polsek Pattallassang mulai padat sekitar pukul 15.00 WITA. Selain SPBU Kalabbirang, antrean serupa terjadi di SPBU kawasan Kalampa dan Panaikang. Sejumlah kendaraan hampir menutup badan jalan.
Warga yang mengantre mengaku harus menunggu berjam-jam. Daeng Jintu mulai ikut antre sejak pukul 17.00 WITA dan hingga malam belum juga mendapat giliran mengisi Pertalite.
"Saya antre dari jam lima sore sampai malam begini belum dapat giliran ke operator. Anak-anak saya tinggalkan di rumah sendirian cuma demi dapat Pertalite," ujarnya.
Pembelian Pertalite di SPBU setempat dibatasi maksimal Rp100 ribu atau sekitar 10 liter per kendaraan. Daeng Ngitung, sopir angkutan kota rute Takalar-Makassar, mengaku harus mengantre sekitar 80 meter selama satu jam untuk mendapat jatah itu.
Kapolsek Pattallassang Iptu Sumarwan membenarkan antrean panjang di tiga SPBU tersebut. Ia menegaskan polisi melarang pengisian BBM menggunakan jeriken.
"Kami melarang pengisian menggunakan jerigen, cukup kendaraan bermotor roda dua dan empat saja. Kami juga menyampaikan ke pihak SPBU agar pengisian kendaraan dibatasi sekali dalam sehari," tegas Sumarwan.
Polisi sempat mendapati satu unit sepeda motor jenis Thunder yang mencoba mengisi BBM untuk kedua kalinya. Petugas menindak pengendara tersebut untuk mencegah kericuhan dengan warga lain yang tengah mengantre.
Antrean berdampak langsung pada penghasilan awak angkutan kota. Daeng Ngitung menyebut sebelumnya ia bisa melayani hingga tiga kali perjalanan pulang-pergi Takalar-Makassar dalam sehari. Kini hanya satu kali.
"Biasa bisa dapat tiga ret dari Takalar ke Makassar. Sekarang cuma bisa dapat satu ret. Pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari dan belanja anak jadi berkurang," kata Daeng Ngitung.
Ia berharap pemerintah segera menormalisasi distribusi BBM agar antrean tidak berlanjut.
Di tengah panjangnya antrean, warga menyoroti dugaan pengisian Pertalite menggunakan jeriken berkapasitas 33 liter di SPBU 7492247 kawasan Panaikang. Praktik itu dinilai memperpanjang antrean kendaraan yang membutuhkan BBM. Warga meminta pengawasan distribusi BBM di SPBU diperketat.
Pengendara lain, Justin Mollock, mengaku sempat berkeliling mencari SPBU yang masih beroperasi sebelum akhirnya mengantre sekitar 20 menit di SPBU Panaikang.
Sumarwan mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti aturan pengisian yang berlaku. Ia memastikan stok BBM di wilayah Takalar dalam kondisi aman.