SULAWESI SELATAN — Kenaikan harga RAM yang signifikan melahirkan produk yang terdengar ironis: modul RAM yang tidak berisi RAM sama sekali. V-Color, produsen memori asal Taiwan, menjual aksesori bernama DDR5 Non-DRAM Filler Module yang fungsinya murni estetika—mengisi slot kosong agar PC terlihat rapi dan penuh.
Modul ini tidak memiliki chip DRAM sedikit pun, sehingga tidak akan menambah kapasitas memori atau meningkatkan performa. Namun, secara fisik ia dirancang menyerupai modul RAM asli lengkap dengan PCB, heatsink, dan lampu RGB.
Produk ini menyasar pengguna yang merakit PC dengan casing transparan atau side panel kaca. Alih-alih membiarkan slot memori kosong yang terlihat janggal, modul dummy ini membuat semua slot terlihat terisi penuh dengan estetika RGB yang menyala.
V-Color menawarkan dua konfigurasi pembelian. Paket 1+1 berisi satu modul RAM sungguhan dan satu modul dummy. Ada juga paket berisi dua modul kosong, yang berarti seluruh uang yang dikeluarkan benar-benar untuk tampilan, bukan performa.
Yang membuat produk ini semakin menarik perhatian adalah banderolnya. Di angka Rp1,2 juta, harga modul kosong ini hampir menyentuh harga kit DDR4 32GB (2x16GB) pada pertengahan 2025. Saat itu, kit DDR5 32GB bahkan hanya berada di kisaran USD 80–90 atau sekitar Rp1,3–1,5 juta.
Artinya, dengan selisih sedikit, pengguna bisa mendapatkan RAM sungguhan berkapasitas 32GB dibandingkan membeli modul kosong tanpa fungsi. Perbandingan ini sekaligus menggambarkan betapa mahalnya harga RAM saat ini, di mana aksesori dekoratif pun bisa dijual dengan harga mendekati komponen fungsional kelas menengah.
V-Color menegaskan bahwa produk ini diposisikan sebagai aksesori, bukan pengganti RAM. Modul ini memiliki batasan kompatibilitas dan hanya ditujukan untuk platform Intel tertentu. Selain itu, modul dummy ini perlu dipasangkan dengan DIMM V-Color yang kompatibel agar dapat bekerja—atau setidaknya terdeteksi secara visual.
Bagi pengguna yang membangun PC dengan anggaran terbatas, membeli RAM sungguhan tentu menjadi pilihan yang lebih logis dibandingkan mengeluarkan lebih dari satu juta rupiah hanya untuk kepentingan visual. Namun, kehadiran produk ini justru menjadi indikator nyata bagaimana pasar memori global sedang berada dalam fase harga yang tidak normal, mendorong produsen menciptakan produk-produk yang sebelumnya tidak terpikirkan.