MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memastikan pembangunan di wilayah kepulauan tidak lagi berjalan tertinggal dari daratan. Mengusung visi pemerataan, Wali Kota Munafri Arifuddin atau akrab disapa Appi menyiapkan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, mulai dari pendidikan hingga mobilitas antarpulau.
“Kami hadir bukan hanya membawa cerita, tetapi juga membawa program, fasilitas, dan visi pemerataan pembangunan yang akan kami hadirkan di seluruh pulau di wilayah Kecamatan Sangkarrang,” ujar Appi di hadapan warga Pulau Barrang Lompo, Jumat (4/9/2026) malam.
Salah satu janji yang paling dinantikan adalah pemberian beasiswa bagi pelajar asal kepulauan yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada 2027.
“Saya sudah menyampaikan kepada Pak Sekda untuk memastikan pemberian beasiswa kepada anak-anak pulau yang akan menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi mulai tahun 2027,” katanya.
Selain beasiswa, pemerintah kota juga akan menambah jumlah guru di sekolah-sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar. Appi menegaskan, tenaga pendidik yang ditempatkan di kepulauan harus bersedia tinggal bersama masyarakat.
Di sektor pelayanan publik, Pemkot Makassar mengalokasikan pembangunan Kantor Lurah Barrang Lompo dalam anggaran tahun 2027. Selama ini, pelayanan administrasi warga masih memanfaatkan rumah dinas yang fungsinya tidak ideal.
Pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang juga akan diupayakan berjalan bersamaan. Kehadiran dua kantor ini diharapkan memperpendek akses warga terhadap layanan pemerintahan dan keagamaan.
Untuk menunjang aktivitas harian, pemerintah akan memperbaiki sejumlah ruas jalan di pulau-pulau. Dinas Pekerjaan Umum diminta melakukan survei untuk menentukan titik prioritas penanganan.
Pembangunan dermaga juga menjadi perhatian. Meski kewenangan pembangunannya berada di luar pemerintah kota, Appi memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar kebutuhan mobilitas warga antarpulau dapat direalisasikan.
Pemasangan lampu penerangan jalan di sejumlah wilayah kepulauan turut menjadi prioritas untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat saat beraktivitas di malam hari.
Pemkot Makassar berencana meningkatkan layanan transportasi laut antarpulau dengan menambah armada pete-pete laut serta menyesuaikan jadwal operasional kapal. Targetnya, layanan ini bisa dinikmati masyarakat secara gratis.
“Insyaallah penambahan pete-pete laut dan jam berputar kapal laut akan kita tingkatkan untuk memastikan sarana transportasi antarpulau ini bisa berjalan dengan gratis,” ujarnya.
Appi menyebut skema operasional masih terus dimatangkan agar mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara efektif. Ia juga mengapresiasi dukungan camat, tokoh masyarakat, hingga ketua RT/RW yang terus mendukung program pembangunan di kepulauan.