LUWU — Rencana pembangunan SPBUN di Kabupaten Luwu mendapat angin segar setelah Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono menyatakan kesiapannya membantu proses pengajuan. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu usai menyambut kedatangan menteri di Bandara Bua I Lagaligo, Luwu, dalam rangka kunjungan kerja ke Tana Toraja. Dukungan Menkop untuk Pengurusan Perizinan SPBUN Dhevy menegaskan bahwa dukungan dari Kementerian Koperasi menjadi modal penting untuk mempercepat realisasi SPBUN yang selama ini dinanti para nelayan. "Alhamdulillah, melalui penyampaian tadi, Pak Menteri juga akan membantu untuk pengurusan SPBUN. Sehingga kami akan segera berkoordinasi untuk pengajuan SPBUN ini," ujarnya. Kehadiran SPBUN dinilai strategis karena selama ini nelayan di pesisir Luwu harus menempuh jarak jauh atau bergantung pada pasokan bahan bakar dari tengkulak. Dengan adanya fasilitas ini, biaya operasional melaut diharapkan bisa ditekan dan hasil tangkapan meningkat. Kampung Nelayan Luwu: Sinergi Lintas Kementerian Selain SPBUN, Pemkab Luwu juga tengah menggodok pembangunan Kampung Nelayan yang menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara menyeluruh. Dhevy menyebut proyek ini sudah masuk dalam sinergi lintas kementerian. "Untuk kampung nelayan sudah ada sinergi dengan lintas kementerian, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kita akan dibantu juga terkait pembangunan Kampung Nelayan," jelas wakil bupati. Kampung Nelayan dirancang bukan sekadar hunian, melainkan kawasan terpadu yang mencakup area produksi, tempat pelelangan ikan, hingga fasilitas penyimpanan hasil tangkapan. Program ini diharapkan mengubah wajah kawasan pesisir Luwu sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan lokal. Langkah Tindak Lanjut Pemkab Luwu Setelah mendapat sinyal dukungan dari pemerintah pusat, Pemkab Luwu berencana segera menyusun dokumen pengajuan dan berkoordinasi dengan kementerian terkait. Beberapa aspek yang tengah disiapkan antara lain penetapan lokasi, kajian kebutuhan BBM nelayan, serta skema pengelolaan SPBUN ke depan. Bagi nelayan Luwu yang selama bertahun-tahun bergulat dengan mahalnya harga BBM non-subsidi, kehadiran SPBUN menjadi harapan baru untuk meningkatkan produktivitas melaut. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan fasilitas ini dapat berjalan dalam waktu dekat menyusul rampungnya koordinasi teknis.