Gubernur Sulsel Andi Sudirman Imbau Warga Waspada Kebakaran Saat Puncak Kemarau, Tana Toraja dan Gowa Terdampak

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:14:01 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran saat puncak musim kemarau.

MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, seperti membakar lahan sembarangan atau membuang benda yang bisa menjadi sumber api. Imbauan ini disampaikan menyusul penguatan fenomena El Nino yang membuat risiko kekeringan dan kebakaran semakin tinggi.

"Ayo warga kami tercinta, bersama-sama menjaga lingkungan sekitar serta mencegah dari kebakaran pada daerah dengan kerawanan tinggi," kata Andi Sudirman di Makassar, Kamis.

Puncak Kemarau dan El Nino Kuat Perparah Risiko

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut El Nino saat ini berada pada kondisi kuat. Puncak musim kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Agustus, yang meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan secara signifikan.

Untuk Sulawesi Selatan, BMKG telah memasukkan sejumlah wilayah dalam peringatan dini kekeringan meteorologis. Kondisi kering ini membuat vegetasi dan lahan semakin rentan terbakar.

Kebakaran Tana Toraja dan TWA Malino Jadi Perhatian

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tana Toraja dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 15 hektare. Penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan.

Saat ini, tim gabungan TNI-Polri, Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kehutanan masih menangani kebakaran di kawasan Gunung Enrekang, Kabupaten Enrekang.

Penanganan berlanjut hingga kasus terbaru yang melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Rabu (19/8).

Sinergi Semua Pihak Kunci Cegah Kebakaran Meluas

Gubernur menegaskan sinergi antara pemerintah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas, terlebih di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.

"Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Pencegahan lebih baik daripada kita harus menghadapi dampak kebakaran yang lebih besar," ajaknya.

Masyarakat diminta aktif melaporkan potensi titik api di lingkungan sekitar kepada petugas terkait agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum api membesar.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top