Wagub Sulsel Panen Raya di Sidrap, Produktivitas Padi Tembus 10,4 Ton per Hektare Saat Kekeringan Melanda

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:53:31 WIB
Wagub Sulsel meninjau panen raya padi di Desa Takalasi, Sidrap, dengan produktivitas mencapai 10,4 ton per hektare.

SIDRAP — Lahan persawahan di Desa Takalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, tetap menghasilkan panen melimpah di tengah kekeringan. Produktivitas padi di lokasi tersebut mencapai 10,4 ton per hektare pada musim tanam ini. Angka itu meningkat drastis dibandingkan periode sebelumnya yang hanya sekitar 7 ton per hektare.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan turun langsung menyaksikan proses panen raya di hamparan sawah warga. Kehadiran orang nomor dua di Pemprov Sulsel itu menegaskan perhatian serius pemerintah terhadap sektor pertanian. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas produksi beras di tengah ancaman kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

Lonjakan Produktivitas di Tengah Kemarau

Kenaikan hasil panen hampir mencapai 3 ton per hektare dinilai sebagai capaian luar biasa. Musim kemarau biasanya menjadi momok bagi petani karena keterbatasan air irigasi untuk menggenangi sawah.

Kondisi di Takalasi justru menunjukkan tren sebaliknya. Para petani setempat berhasil memaksimalkan masa tanam sehingga produktivitasnya melampaui rata-rata nasional yang berkisar di angka 5 ton per hektare.

Dukungan Pemerintah untuk Petani Sidrap

Panen raya ini menjadi momen bagi pemerintah daerah untuk memastikan program bantuan pertanian berjalan efektif di lapangan. Sidrap dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama di Sulawesi Selatan. Keberhasilan panen di kabupaten ini berkontribusi besar terhadap pasokan beras regional.

Ke depan, pemerintah mendorong agar capaian produktivitas serupa bisa direplikasi di kecamatan lain yang terdampak kekeringan. Perbaikan sistem irigasi dan penggunaan varietas unggul disebut menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: menitindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top