MAKASSAR — Pelantikan pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Makassar tidak sekadar seremonial. Di balik acara yang berlangsung di Aerotel Smile Makassar, Jalan Mochtar Lutfi, ada target besar: menjadikan Makassar barometer bulutangkis di Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur.
Ketua Umum PBSI Sulsel, Prof. Warsinggih, menegaskan posisi strategis Makassar dalam peta pembinaan bulutangkis provinsi. Menurutnya, perkembangan PBSI Makassar menjadi indikator utama kemajuan cabang olahraga ini di tingkat Sulsel.
"Makassar merupakan indikator di Sulsel. Ini yang harus dibuktikan oleh pengurus baru bahwa PBSI Makassar bisa menjadi indikator bulutangkis di Sulsel dan kalau bisa Indonesia Timur," ujar Warsinggih.
Ketua Umum PBSI Makassar, Herman Sayuti, membawa angin segar dalam kepengurusan barunya. Ia menegaskan bahwa organisasi tidak akan menjadikan raihan medali sebagai satu-satunya tolak ukur sukses.
"Kami ingin PBSI Makassar tidak hanya bicara tentang prestasi, tetapi juga pembinaan karakter, sportivitas, disiplin, transparansi, dan kebersamaan. Prestasi harus tumbuh dari proses pembinaan yang sehat dan berkelanjutan," kata Herman.
Fokus pembinaan akan diarahkan pada penguatan sistem pembibitan, kompetisi berjenjang, serta pendampingan atlet. Herman berharap ekosistem ini mampu melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga punya mental juara.
Perwakilan Wali Kota Makassar, Andi Irdan Pandita, menyambut baik kepengurusan baru ini. Ia berharap pelantikan membawa energi positif dan ruang berkembang yang lebih besar bagi atlet bulutangkis di kota ini.
"Wali Kota berharap pelantikan pengurus PBSI yang baru menjadi semangat baru untuk atlet bulutangkis di Kota Makassar. Kami berharap kepengurusan ini mampu menghadirkan program pembinaan yang memberi ruang lebih besar kepada atlet untuk berkembang dan berprestasi," jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (BINPRES) KONI Makassar, Benny Badaru, menekankan pentingnya proses pembinaan yang konsisten. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari medali, tetapi dari kemampuan organisasi menciptakan sistem yang berkelanjutan.
"Kami harapkan PBSI bisa menghadirkan atlet-atlet yang bisa bersaing di level tertinggi dan mengharumkan Kota Makassar. KONI Makassar tentu akan terus mendorong pembinaan prestasi dan bersinergi dengan cabang olahraga," ujar Benny.
Warsinggih menambahkan, kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci percepatan lahirnya talenta potensial. PBSI Makassar didorong untuk memperkuat sinergi dengan klub, sekolah, pelatih, pemerintah, dan KONI.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan pembinaan bulutangkis yang kompetitif dan transparan di Makassar. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, target melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional bukan sekadar wacana.