Kendaraan roda dua melambat untuk menghindari area rusak di Jalan Nasional 8, Sulawesi Selatan.
SULAWESI SELATAN — Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan roda dua terpaksa memperlambat laju dan berbelok untuk menghindari area rusak. Sementara itu, truk dan bus mengalami guncangan hebat setiap kali melintas, yang berpotensi memperpendek umur kendaraan serta membahayakan keselamatan pengemudi.
Paket Pekerjaan yang Baru Diserahkan Awal Tahun
Kerusakan ini terkonsentrasi pada Paket No. 3 dari proyek perbaikan badan dan permukaan jalan, yang dikerjakan di segmen Km16+480 – Km18+000; Km18+600 – Km19+200; Km19+600 – Km20+350 dan Km25+000 – Km26+200. Area Pengelolaan Jalan II bertindak sebagai investor, dengan masa pemeliharaan yang seharusnya masih berjalan.
Laporan dari Pusat Manajemen Pemeliharaan Infrastruktur dan Kompi 456 selaku unit pemeliharaan rutin mencatat adanya penurunan tanah, penggelembungan, penumpukan aspal, dan bekas roda di dalam area kontrak. Temuan ini dinilai mengganggu kondisi operasional jalan dan menciptakan potensi risiko kecelakaan lalu lintas yang serius.
Rute Vital Penghubung Gerbang Internasional Cau Treo
Jalan Raya Nasional 8 bukan sekadar akses lokal. Ruas ini merupakan arteri utama yang menghubungkan Gerbang Perbatasan Internasional Cau Treo dengan Jalan Raya Nasional 1 dan wilayah tengah Provinsi Ha Tinh. Gangguan pada ruas ini berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang dan mobilitas penduduk antarwilayah.
Kondisi jalan yang membahayakan menjadi lebih genting saat malam hari atau ketika hujan turun. Area cekung dan gundukan sulit terdeteksi dari kejauhan, meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melaju dengan kecepatan normal.
Pertanyaan Publik soal Pengawasan dan Kualitas Konstruksi
Fakta bahwa proyek yang baru beroperasi sekitar setengah tahun telah menunjukkan kerusakan massal menimbulkan pertanyaan mendasar di kalangan masyarakat. Publik mempertanyakan efektivitas proses pengawasan teknis dan prosedur penerimaan pekerjaan yang dilakukan sebelum jalan diserahkan untuk dioperasikan.
Warga berharap otoritas terkait segera melakukan penanganan menyeluruh terhadap seluruh titik kerusakan, bukan sekadar perbaikan tambal sulam yang berisiko kembali rusak dalam waktu singkat. Tuntutan utama adalah jaminan keselamatan bagi ribuan kendaraan yang melintasi Jalan Raya Nasional 8 setiap harinya, serta evaluasi menyeluruh terhadap kontraktor pelaksana proyek tersebut.
Reporter:Bramantyo Wicaksono
Sumber:vietnam.vnThis article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.