34 Kelas Dipertandingkan di Kajari Luwu Cup I, Lomba Burung Berkicau Ramaikan HUT ke-81 RI di Belopa

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:40:01 WIB
Ratusan peserta mengikuti lomba burung berkicau Kajari Luwu Cup I di halaman kantor Kejari Luwu, Belopa, Minggu (23/8/2026).

LUWU — Lomba burung berkicau menjadi salah satu cara Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu meramaikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan bertajuk Kajari Luwu Cup I ini dijadwalkan berlangsung di halaman kantor Kejari Luwu, Belopa, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Panitia menyiapkan 34 kelas dan kategori yang mempertandingkan berbagai jenis burung, mulai dari Kenari, Murai Batu, LB Fighter, Cucak Ijo, Rio-Rio, hingga Pleci Lokal. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Luwu, tetapi juga ditargetkan datang dari sejumlah provinsi di Pulau Sulawesi.

Menguji Kualitas Burung di Atas Gantangan

Ketua Pertandingan Kajari Luwu Cup I, Jaya Lobo, mengatakan ajang ini menjadi wadah bagi para penghobi untuk menguji kemampuan burung peliharaannya. Penilaian mencakup kualitas suara, durasi kerja, gaya, hingga fisik burung saat berada di atas gantangan.

"Event lomba burung berkicau ini adalah ajang kompetisi bagi para penghobi burung atau kicau mania untuk menguji kualitas suara, durasi kerja, gaya dan fisik burung jagoan mereka di atas gantangan," kata Jaya Lobo, Jumat (14/8/2026).

Ia menambahkan, setiap kelas yang dipertandingkan memiliki karakteristik dan kategori berbeda. Seluruh peserta akan bersaing memperebutkan trofi utama, yakni Piala Kajari Luwu Cup I.

Dampak Ekonomi untuk UMKM Sekitar Arena

Jaya Lobo menilai perlombaan ini tidak sekadar menentukan burung terbaik. Event semacam ini dinilai mampu menggerakkan perputaran ekonomi, terutama bagi pemilik burung dan pelaku usaha pendukung hobi tersebut.

Burung yang berhasil meraih prestasi dalam perlombaan, kata dia, berpotensi mengalami peningkatan nilai jual. Selain itu, kehadiran peserta dan pengunjung dari luar daerah diharapkan memberi dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

"Dampak ekonominya mendukung UMKM sekitar arena, pedagang pakan burung hingga perajin sangkar," paparnya.

Kejari Luwu Dukung Lokasi, Panitia Siapkan Dana Pembinaan

Kegiatan ini merupakan gagasan dari komunitas pencinta burung di Kabupaten Luwu. Kejari Luwu memberikan dukungan berupa izin pemanfaatan halaman kantor sebagai lokasi perlombaan.

"Lomba burung berkicau ini adalah ide dari komunitas pencinta burung di Luwu. Kami mensupport sebatas lokasi kegiatan lomba, sekaligus untuk meramaikan Hari Kemerdekaan RI ke-81," ujar Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Luwu, Prasetyo Purbo Wahyono, S.H.

Panitia telah menyiapkan penghargaan bagi para pemenang berupa piala, piagam penghargaan, dan dana pembinaan. Besaran biaya pendaftaran disesuaikan dengan kelas yang diikuti peserta.

Jaya Lobo berharap Kajari Luwu Cup I menjadi ruang silaturahmi bagi para kicau mania sekaligus hiburan bagi masyarakat. "Kita berharap lomba burung berkicau dalam semarak Kemerdekaan RI ke-81 ini dapat menyejukkan suasana dan menghadirkan hiburan bagi masyarakat melalui suara kicau burung," pungkasnya.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: hrnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top