3 Kesalahan Setelah Melahirkan yang Menghambat Produksi ASI dan Menyusui

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:00:31 WIB
Seorang ibu baru menyusui bayinya di rumah sakit di Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari proses inisiasi menyusui dini (IMD).

SULAWESI SELATAN — Hari-hari pertama setelah melahirkan adalah masa adaptasi yang intens, baik bagi ibu maupun bayi. Di tengah rasa lelah dan bahagia, banyak ibu muda justru tanpa sadar melakukan kebiasaan yang menghambat proses menyusui. Padahal, masa inisiasi menyusui dini (IMD) ini sangat menentukan kelancaran produksi ASI selanjutnya.

Memahami apa yang sebaiknya dihindari sama pentingnya dengan mengetahui teknik menyusui yang benar. Berikut tiga hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan menyusui Anda tidak terganggu.

1. Pemberian Susu Formula Dini yang Mengganggu Jadwal Menyusui

Kekhawatiran bayi belum kenyang sering kali membuat ibu atau keluarga memutuskan untuk memberikan susu formula di awal-awal kelahiran. Padahal, tindakan ini justru bisa menjadi bumerang.

Saat bayi mengonsumsi susu formula, isi lambungnya akan penuh lebih lama. Akibatnya, bayi menjadi jarang menyusu pada payudara, dan hal ini mengurangi stimulasi yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI. Semakin jarang bayi menyusu, semakin sedikit pula sinyal yang diterima tubuh untuk memproduksi ASI.

Alih-alih menambah asupan, pemberian susu formula dini justru berisiko membuat produksi ASI Anda menurun dan bingung puting pada bayi. Sebaiknya, biarkan bayi menyusu sesering mungkin, terutama di minggu-minggu pertama.

2. Pembatasan Durasi Menyusu atau "Empeng" untuk Menenangkan Bayi

Banyak orang tua khawatir jika bayi menyusu terlalu lama atau menggunakan payudara sebagai "empeng" untuk menenangkan diri. Padahal, perilaku ini adalah hal yang normal dan justru bermanfaat.

Menyusu bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi juga kebutuhan rasa aman dan nyaman bagi bayi. Membatasi waktu menyusu atau melarangnya menenangkan diri di payudara dapat mengganggu suplai ASI.

Semakin sering bayi berada di payudara, semakin banyak hormon prolaktin yang dilepaskan. Hormon inilah yang bertanggung jawab atas produksi ASI. Jadi, jangan ragu untuk membiarkan bayi menyusu kapan pun ia membutuhkan, tanpa batasan waktu yang kaku.

3. Pemompaan ASI Terlalu Awal yang Menyebabkan Payudara Bengkak

Memompa ASI memang penting, terutama bagi ibu bekerja. Namun, memompa terlalu dini, apalagi sebelum produksi ASI stabil, justru bisa menimbulkan masalah baru.

Pada hari-hari pertama, produksi ASI sedang dalam tahap penyesuaian. Memompa terlalu sering atau terlalu lama di fase ini bisa menyebabkan payudara memproduksi ASI berlebih, yang berujung pada pembengkakan dan rasa nyeri. Kondisi ini justru menyulitkan bayi untuk menempel dengan baik.

Fokuskan diri pada proses menyusui langsung di awal. Berikan waktu sekitar 3-4 minggu atau hingga produksi ASI benar-benar stabil sebelum mulai memperkenalkan pompa ASI secara teratur, kecuali ada kondisi medis tertentu yang mengharuskan Anda memompa lebih awal.

Kapan Perlu Konsultasi dengan Dokter atau Konselor Laktasi?

Setiap ibu dan bayi memiliki perjalanan menyusui yang unik. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti bayi yang tidak kunjung kembali ke berat badan lahirnya, produksi ASI yang sangat minim, atau nyeri yang tidak tertahankan saat menyusui.

Jika Anda mengalami kesulitan atau merasa ragu, jangan ragu untuk menghubungi dokter anak atau konselor laktasi. Dukungan profesional sangat membantu untuk memastikan proses menyusui tetap berjalan lancar dan menyenangkan.

Kunci utama dari proses menyusui adalah konsistensi dan kepercayaan diri. Dengan menghindari tiga kesalahan di atas, Anda telah mengambil langkah penting untuk memastikan kebutuhan nutrisi dan emosional si kecil terpenuhi dengan baik.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top