MAKASSAR — Andi Zulkifly memimpin langsung rapat pemantapan di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (11/8). Ia menegaskan kesiapan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci suksesnya event nasional yang akan dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia itu.
Ketua KORPRI Kota Makassar ini menyebut pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional berpotensi dihadiri pejabat tinggi negara. Meski belum ada kepastian, seluruh unsur panitia diminta menyiapkan skenario terbaik.
“Ini adalah kegiatan tingkat nasional. Kita sebagai tuan rumah di Kota Makassar harus mempersiapkan acara sebaik mungkin. Pembukaan ini bisa saja dihadiri Presiden, Wakil Presiden, atau setingkat menteri. Memang belum ada kepastian, tetapi tidak ada salahnya kita mempersiapkan semuanya secara maksimal,” ujar Andi Zulkifly.
Pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional melibatkan dua daerah, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Makassar ditunjuk sebagai lokasi pembukaan, sementara penutupan berlangsung di Pangkep.
Sejumlah cabang perlombaan akan digelar di beberapa titik di Makassar, termasuk kawasan Karebosi dan Asrama Haji. Mantan Kepala Bappeda ini meminta setiap kepala perangkat daerah yang masuk kepanitiaan aktif mengikuti rapat dan memastikan tugasnya berjalan.
“Ini bukan kegiatan biasa. Kita mengikuti kegiatan tingkat nasional. Karena itu, saya berharap kita semua lebih termotivasi untuk mempersiapkan dan menyukseskan acara ini,” katanya.
Pembagian tugas antar OPD sudah disusun. Dinas Kesehatan dan rumah sakit daerah diminta menyiapkan tenaga medis serta ambulans di lokasi kegiatan. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga akan disediakan di sejumlah titik.
Satpol PP bertanggung jawab atas pengamanan di lokasi pembukaan dan perlombaan. Pengamanan akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan kepolisian.
Dinas Perhubungan mendapat tugas menyiapkan rekayasa lalu lintas, jalur evakuasi, dan kebutuhan genset. Sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani dan Jalan Nusantara berpotensi terdampak dan akan diatur arusnya.
Dinas Pariwisata diminta menyiapkan pertunjukan tari dan musik untuk penyambutan peserta. Promosi kegiatan juga akan diperkuat di hotel, restoran, dan destinasi wisata Kota Makassar.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mendukung publikasi melalui media luar ruang seperti videotron dan papan reklame, mulai dari kawasan bandara hingga titik strategis lainnya. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyiapkan strategi pemberitaan dengan melibatkan media cetak, daring, televisi, radio, dan media sosial.
Diskominfo juga diminta berkoordinasi dengan event organizer (EO) untuk menyusun materi publikasi, jadwal peliputan, dan kebutuhan akses media. Sejumlah media nasional dan lokal akan dilibatkan meliput rangkaian kegiatan.
Andi Zulkifly memberi perhatian khusus pada pengelolaan sampah. Ia meminta petugas kebersihan berjaga selama acara berlangsung, bukan hanya datang setelah kegiatan selesai.
“Jangan sampai petugas kebersihan baru datang setelah acara selesai. Petugas harus bergerak selama kegiatan berlangsung. Masing-masing wilayah harus punya tanggung jawab dan kantong sampah yang disiapkan. Sampah juga harus dipilah dan segera diangkut,” tegasnya.
Sejumlah kecamatan diminta membagi wilayah kerja secara jelas di sekitar lokasi kegiatan. Hal ini penting mengingat acara diperkirakan menghadirkan banyak peserta, tamu, dan pelaku UMKM.
Mantan Camat Ujung Pandang ini meminta koordinasi dengan Pemprov Sulawesi Selatan terkait pengamanan dilakukan sejak awal, terutama jika ada agenda khusus yang melibatkan pejabat negara.