Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Teken MYP Rp 3,7 Triliun untuk Infrastruktur

Penulis: Endra Sanjaya  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 15:53:01 WIB
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menandatangani dokumen Multi Years Project senilai Rp 3,7 triliun untuk periode 2025-2027.

MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucurkan dana Rp 3,7 triliun untuk membiayai program Multi Years Project (MYP) periode 2025-2027. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk pembangunan jalan, jaringan irigasi, serta dua rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Luwu.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Marsuki, DEA, Ph.D., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Menurut dia, skema pendanaan tahun jamak ini merupakan terobosan fiskal yang berani sekaligus mengakhiri kebiasaan lama pembangunan infrastruktur yang dikerjakan secara parsial setiap tahun.

"Alokasi Rp 3,7 triliun melalui skema MYP untuk jalan, irigasi, dan rumah sakit regional merupakan terobosan fiskal yang berani," ujar Prof. Marsuki dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Prof Marsuki menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara parsial cenderung tidak efektif dan berisiko mangkrak lantaran terbatasnya anggaran tahunan. Padahal, Sulsel berperan sebagai lumbung pangan nasional dan hub logistik di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Tekan Biaya Logistik dan Dukung Pertanian

Konektivitas jalan yang andal menjadi kebutuhan utama bagi Sulsel untuk memangkas biaya transportasi dan memperlancar distribusi barang. Prof Marsuki menilai infrastruktur jalan yang baik mampu menekan transport cost, memangkas Biaya Operasional Kendaraan (BOK), serta mempercepat distribusi komoditas dari sentra produksi pertanian menuju Pelabuhan Makassar New Port.

"Infrastruktur jalan yang baik dapat menekan transport cost, memangkas Biaya Operasional Kendaraan (BOK), sekaligus mempercepat distribusi komoditas dari sentra-sentra produksi pertanian menuju Pelabuhan Makassar New Port untuk selanjutnya dipasarkan maupun diekspor," jelasnya.

Efisiensi biaya logistik tersebut diyakini memberikan dampak langsung pada perekonomian masyarakat, khususnya petani. Biaya distribusi yang lebih rendah membuka ruang peningkatan margin keuntungan petani, membantu menjaga stabilitas harga komoditas, dan mengendalikan inflasi daerah.

Program MYP juga mengakomodir pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi yang berkaitan erat dengan produktivitas sektor pertanian. Prof Marsuki menyebut infrastruktur irigasi yang memadai dapat mendukung optimalisasi lahan pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan pangan Sulsel.

"Dampaknya langsung terasa pada margin keuntungan petani yang lebih baik dan inflasi daerah yang bisa lebih terkendali," ungkap Prof Marsuki.

Perluas Akses Kesehatan

Pembangunan dua Rumah Sakit Regional di Kabupaten Gowa dan Luwu menjadi bagian penting dalam memperluas akses dan pemerataan layanan kesehatan. Masyarakat di wilayah pedalaman yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan rujukan akan merasakan manfaat langsung dari program ini.

Prof Marsuki menilai pembangunan infrastruktur kesehatan merupakan investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia atau human capital Sulsel. Ia turut mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan.

"Skema MYP skala besar ini jelas menunjukkan political will dan keberanian politik anggaran Pemprov Sulsel dalam menyelesaikan hambatan struktural daerah yang selalu dialami," ujarnya.

"Ukuran keberhasilan suatu kebijakan tidak dihitung dari besarnya alokasi anggaran atau input, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan publik atau outcome," tegas Prof Marsuki.

Terdapat tiga pilar utama yang menjadi ujian keberhasilan MYP Sulsel, yaitu ketepatan waktu penyelesaian proyek sesuai target 2027, kualitas fisik infrastruktur agar bertahan dalam jangka panjang, serta transparansi dan tata kelola proyek yang akuntabel.

"Jika ketiga pilar tersebut terpenuhi, kebijakan ini tidak hanya menekan biaya logistik dan meningkatkan investasi SDM, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi daya saing ekonomi Sulsel sekaligus legacy yang membanggakan di masa jabatan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman," pungkasnya.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top