MAKASSAR — Aktivitas warga Sulawesi Selatan pada Jumat (7/8/2026) diprediksi berjalan lancar tanpa gangguan cuaca ekstrem. BMKG menyebutkan, secara umum wilayah Sulsel akan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah timur hingga tenggara berkecepatan ringan sampai sedang.
Kendati demikian, pengendara yang melintasi jalur pegunungan seperti Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, dan sebagian Luwu Raya diimbau ekstra hati-hati. Kabut tebal berpotensi menyelimuti jalan pada pagi hari dan mengurangi jarak pandang secara signifikan.
BMKG memetakan rentang suhu harian antara 13 derajat Celsius di titik terendah hingga 33 derajat Celsius di titik tertinggi. Wilayah dataran tinggi seperti Tana Toraja dan Enrekang biasanya berada di ujung bawah spektrum tersebut, terutama saat pagi dan malam hari.
Sementara itu, kota pesisir seperti Makassar dan Parepare diprakirakan mengalami suhu lebih panas pada siang hari. BMKG mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk menjaga kondisi tubuh karena paparan sinar matahari cukup terik.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang di Selat Makassar, Teluk Bone, dan Laut Flores diperkirakan berada pada kategori rendah hingga sedang. Kondisi ini relatif aman bagi aktivitas nelayan dan transportasi laut.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau nelayan dan pengguna jasa pelayaran untuk memantau informasi cuaca terbaru sebelum berlayar. Kondisi atmosfer di musim kemarau dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pola yang mudah ditebak.
Prakiraan cuaca ini berlaku merata di 24 kabupaten/kota di Sulsel, meliputi:
BMKG meminta pengendara yang melintasi wilayah dataran tinggi untuk menyalakan lampu utama dan menjaga kecepatan saat kabut turun. Jarak pandang yang pendek kerap menjadi pemicu kecelakaan di tikungan-tikungan jalur pegunungan Sulsel.
Masyarakat juga diharapkan terus memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG. Perubahan kondisi atmosfer dapat terjadi cepat, terutama di tengah musim kemarau yang sedang berlangsung.