Polda Sulsel Latih 125 Personel Jadi Trainer AI untuk Edukasi Pelajar di 25 Polres Jajaran

Penulis: Endra Sanjaya  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:57:01 WIB
personel Polda Sulsel mengikuti Training of Trainers Program Paham AI di Makassar.

MAKASSAR — Sebanyak 125 personel dari 25 Polres jajaran Polda Sulawesi Selatan mengikuti Training of Trainers (ToT) Program Paham AI Tahun 2026 yang berlangsung dua hari di Ballroom Hotel Harper Makassar. Mereka dibagi dalam dua kelompok, yakni 100 orang di kelompok pertama dan 25 orang di kelompok kedua.

Para calon trainer ini nantinya akan memperluas edukasi literasi digital hingga tingkat polres dan polsek. Materi yang diberikan meliputi Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax with AI, AI Prompts 101, hingga kejahatan siber, yang dibawakan oleh trainer yang telah mengikuti pelatihan di Jakarta pada Juli 2026.

Target Ribuan Pelajar di Sulawesi Selatan

Kabagbinkar Biro SDM Polda Sulsel AKBP Dr. Fantry Taherong menyampaikan bahwa edukasi AI menjadi penting karena pelajar saat ini telah menggunakan teknologi tersebut secara mandiri. Program ini menargetkan jangkauan hingga ratusan ribu pelajar melalui pelaksanaan bertahap.

"Target kita kepada seluruh pelajar di wilayah Sulawesi Selatan, kita ingin sebanyak mungkin, bahkan kita targetkan secara kuantitatif itu setidaknya ribuan," tambahnya.

Kolaborasi dengan Kemendikdasmen dan Pihak Pendidikan

Polda Sulsel menekankan bahwa edukasi AI tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya menjadi kunci keberhasilan program ini.

"Kita tidak bergerak sendiri. Kita bermitra dengan Kementerian Pendidikan. Tidak mungkin polisi akan dapat jalan sendiri, kita bermitra sama-sama," tutup AKBP Dr. Fantry.

Bekal Kompetensi, Bukan Sekadar Seremoni

Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polda Sulsel dalam mencetak pelajar yang paham teknologi. Ia berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian materi dengan sungguh-sungguh, mulai dari pemahaman dasar kecerdasan buatan, etika penggunaannya, hingga praktik langsung menggunakan platform Senopati Academy.

"Ilmu yang Bapak dan Ibu peroleh hari ini bukan untuk disimpan sendiri, melainkan untuk diteruskan dan diajarkan kembali kepada rekan-rekan di Polres masing-masing dan pada akhirnya kepada para pelajar di wilayah hukum kita, agar mereka mampu memanfaatkan teknologi AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab," jelas Kombes Adi Ferdian.

Ia juga berpesan agar kegiatan ini tidak dijadikan seremoni administratif belaka. "Jadikan kegiatan ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi benar-benar sebagai bekal kompetensi yang akan menentukan keberhasilan program ini di lapangan. Keberhasilan Program Paham AI di Sulawesi Selatan sangat bergantung pada kesungguhan Bapak dan Ibu sebagai Trainer dalam menyerap dan meneruskan ilmu ini," tutupnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dirreskrimsus, Dirbinmas, Kabidhumas, Kabid TIK, serta Kabagbinkar Biro SDM Polda Sulsel. Setelah pelatihan, para trainer diharapkan mampu menguasai modul pembelajaran dan siap melaksanakan edukasi program Paham AI kepada pelajar di wilayah masing-masing.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: suaracelebes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top