MAKASSAR — Gerakan One Marketplace Sulsel dirancang sebagai kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar platform Belanja Langsung Barang melalui Order Online (Bajubodo) tidak hanya dipakai di lingkup pemprov. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menyebut perluasan ini menjadi kunci untuk mendongkrak transaksi belanja digital daerah.
Inisiatif platform ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2022 dan efektif digunakan setahun kemudian. Namun, konsentrasi pengguna dan penyedia masih terpusat di Kota Makassar, sehingga jangkauannya dinilai belum optimal.
Melalui GOM, pemprov menargetkan pemanfaatan Bajubodo di satu kabupaten dan satu kota dalam jangka pendek. Skema pengembangan fungsi e-marketplace ini akan disusun sebagai proyek perubahan yang melibatkan perangkat daerah di tingkat kabupaten/kota.
“Jadi kita mengembangkan, bagaimana tidak hanya pada level provinsi, tapi juga digunakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Gerakan bersama untuk optimalisasi pemanfaatan e-marketplace Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atau kami singkat Gerakan One Marketplace Sulsel,” ujar Irawan dalam keterangannya di Makassar, Kamis.
Angka transaksi Bajubodo pada 2025 mencapai Rp45,61 miliar. Irawan menilai potensi ini bisa bertambah signifikan jika belanja perangkat daerah di 24 kabupaten/kota ikut dialihkan ke platform digital tersebut.
“Transaksi belanja melalui Bajubodo tahun 2025 sebesar Rp45,61 miliar. Potensi belanja ini bisa ditingkatkan dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten/Kota,” jelasnya.
Pada tahap jangka menengah, Bajubodo diarahkan menjadi wadah pemasaran produk lokal dan UMKM hingga menjangkau seluruh Sulawesi Selatan. Adapun target jangka panjangnya adalah membangun ekosistem pasar digital yang menghubungkan pemerintah daerah dengan pelaku usaha lokal, sekaligus menggali potensi pendapatan daerah sesuai peraturan perundang-undangan.
Saat ini, mayoritas dari 1.046 penyedia yang bergabung adalah UMKM yang berdomisili di Makassar. Dengan adanya GOM, pelaku usaha di kabupaten/kota lain diharapkan mendapatkan akses pasar yang lebih luas melalui belanja pemerintah.
“Melalui gerakan One Marketplace Sulsel, diharapkan kolaborasi dan sinergi bersama untuk mengoptimalkan platform e-marketplace Bajubodo,” kata Irawan menambahkan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemprov mendigitalisasi tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis UMKM.