Reses DPRD Maros: Warga Keluhkan BPJS Tak Aktif dan Beasiswa Terbatas ke Nurwahyuni Malik

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:40:31 WIB
Warga Kelurahan Jalan Taufiq dan Bonto Jolong menyampaikan keluhan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif saat reses anggota DPRD Maros Nurwahyuni Malik.

MAROS — Aspirasi warga di dua kelurahan, Jalan Taufiq dan Bonto Jolong, Kecamatan Turikale, diserap langsung legislator Partai Nasdem itu dalam masa reses. Nurwahyuni mengungkapkan, mayoritas warga mengeluhkan status kepesertaan BPJS Kesehatan yang mendadak tidak aktif.

Warga Bingung Urus BPJS, Beasiswa Terbatas

“Kalau terkait BPJS, masih kurangnya pelayanan publik sehingga terkadang masyarakat bingung harus ke mana jika ada kendala terkait BPJS mereka,” kata Nurwahyuni dalam keterangan yang diterima, Sabtu (18/7/2026).

Selain itu, warga berharap akses beasiswa pendidikan diperluas. Banyak pelajar di daerah pemilihannya, yang meliputi Kecamatan Turikale dan Maros Baru, membutuhkan bantuan biaya sekolah.

Infrastruktur Jalan Rusak Jadi Pekerjaan Rumah Berikutnya

Di luar sektor kesehatan dan pendidikan, persoalan infrastruktur dinilai mendesak. Nurwahyuni menegaskan, kondisi jalan yang tidak memadai menghambat aktivitas ekonomi warga. “Kalau infrastrukturnya tidak layak, perekonomian di Maros juga akan terhambat,” bebernya.

Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Turikale dan Maros Baru dilaporkan masih mengalami kerusakan parah. Mobilitas barang dan jasa ikut terganggu, sehingga menjadi perhatian utama.

Efisiensi Anggaran Tak Halangi Perjuangan Aspirasi

Nurwahyuni memastikan seluruh aspirasi yang diserap akan dimasukkan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Meski demikian, ia mengakui situasi anggaran daerah saat ini tengah terdampak efisiensi. “Tetap kami masukkan semua aspirasi masyarakat, walaupun kita tahu saat ini terdampak oleh efisiensi anggaran,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Maros dapat memaksimalkan anggaran yang tersedia dengan memprioritaskan program-program yang benar-benar mendesak. Tiga sektor utama yang harus jadi prioritas adalah infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: matamaros.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top