PGN Catat 484 Juta Jam Kerja Selamat hingga Mei 2025, Tegaskan Komitmen Keselamatan Migas

Penulis: Endra Sanjaya  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:50:31 WIB
PGN mencatat 484 juta jam kerja selamat hingga Mei 2025 sebagai bukti komitmen keselamatan migas.

SULAWESI SELATAN — Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN mengelola jaringan infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia yang beroperasi di 18 provinsi. Dalam audiensi tersebut, jajaran direksi yang hadir antara lain Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta, Direktur Manajemen Risiko Eri Surya Kelana, serta Direktur Komersial Aldiansyah Idham.

Angka Keselamatan dan Penghargaan yang Diraih

Hingga Mei 2025, PGN telah melaksanakan 48 Management Walkthrough (MWT) dan 23 Management on Duty (MoD) di berbagai titik operasi. Perusahaan juga mengantongi 15 penghargaan Patra Nirbhaya dan 5 Patra Karya Raksa dari sektor migas.

Di bidang lingkungan, empat entitas Subholding Gas meraih PROPER Emas dan lima lainnya mendapatkan PROPER Hijau. Angka-angka ini menunjukkan bahwa aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berjalan beriringan dengan operasional bisnis.

Keselamatan sebagai Fondasi Swasembada Energi

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM, Joko Hadi Wibowo, menekankan bahwa keselamatan merupakan pilar utama dalam mendukung swasembada energi nasional. Menurutnya, implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) yang konsisten dan penguatan budaya keselamatan menjadi kunci untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan.

“Sinergi antara regulator dan badan usaha perlu terus diperkuat agar budaya keselamatan menjadi bagian yang melekat dalam setiap aktivitas operasional,” ujar Joko dalam keterangannya, Jumat (3/7).

Strategi PGN: dari CEO Safety Talk hingga Evaluasi Aset

Mirza Mahendra, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, menyatakan bahwa keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan budaya kerja yang terus diperkuat. “Seluruh infrastruktur gas bumi harus beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan dalam melayani kebutuhan energi nasional,” katanya.

Untuk mewujudkan itu, PGN menjalankan sejumlah program seperti CEO Safety Talk, Management on Duty (MoD), peningkatan kompetensi pekerja, serta evaluasi berkelanjutan terhadap keandalan aset dan instalasi. Seluruh rantai bisnis—dari pengelolaan pasokan, transmisi, distribusi, LNG, CNG, hingga pengolahan gas bumi—menjadi sasaran pengawasan HSSE.

Melalui audiensi ini, PGN memperkuat sinergi dengan Ditjen Migas dalam pengelolaan risiko, inspeksi keselamatan, dan peningkatan keandalan instalasi. Langkah ini memastikan pasokan energi nasional tetap aman dan berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan gas bumi di dalam negeri.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top