SULAWESI SELATAN — PT PLN (Persero) UID Lampung menyatakan sistem kelistrikan di Lampung saat ini memiliki daya mampu pasok sebesar 1.708 Megawatt (MW). Angka ini menyisakan cadangan daya atau reserve margin hingga 292 MW, setara 17,1 persen dari total kapasitas.
“Kapabilitas sistem ini memberikan ruang yang cukup bagi pengembangan SPKLU dan pertumbuhan kendaraan listrik di Lampung,” ujar Manager Strategi Pemasaran PLN UID Lampung, Bennie Adenata RAG, dalam keterangan resmi yang diterima di Bandar Lampung.
Untuk mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik, PLN telah mengoperasikan 83 titik SPKLU yang tersebar di 51 lokasi di seluruh Provinsi Lampung. Infrastruktur ini disiapkan menyambut layanan taksi listrik Green SM yang resmi beroperasi pada 9 Juni 2026.
“PLN menyambut baik hadirnya layanan transportasi berbasis kendaraan listrik di Lampung. Kami berkomitmen memastikan keandalan pasokan listrik serta kesiapan infrastruktur SPKLU,” tambah Bennie.
Green SM memilih Lampung sebagai wilayah operasional ke-11 di Indonesia sekaligus menjadi yang pertama di Pulau Sumatera. Layanan taksi listrik ini diharapkan mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di provinsi tersebut.
Dengan hadirnya transportasi berbasis energi bersih ini, masyarakat Lampung kini memiliki lebih banyak pilihan mobilitas yang lebih ramah lingkungan. PLN pun berkomitmen untuk terus mengawal masuknya investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pasokan listrik yang andal.
Kehadiran taksi listrik di Lampung menjadi ujung tombak transisi energi di sektor transportasi Sumatera. Dengan infrastruktur yang sudah siap, PLN memastikan ekosistem kendaraan listrik di daerah ini bisa tumbuh tanpa hambatan pasokan listrik.