SULAWESI SELATAN — Pemain Timnas Inggris tercatat tidak menerima uang penampilan sejak 2007. Alih-alih digenggam pribadi, dana yang diperkirakan sekitar £2.500 per pemain per laga itu disetorkan ke yayasan amal, England Football Foundation. Inisiatif ini sudah mengumpulkan lebih dari £15 juta untuk kegiatan sosial.
FIFA mengalokasikan dana hadiah sebesar $50 juta atau sekitar £38 juta untuk tim yang keluar sebagai juara dunia. Angka ini meningkat 15 persen dibandingkan edisi Qatar 2022 yang sebesar $727 juta untuk total distribusi.
Seluruh peserta turnamen mendapatkan bagian dari total dana partisipasi yang mencapai $871 juta. Besaran pastinya tergantung sejauh mana langkah tim di turnamen, mulai dari fase grup hingga final.
Megabintang Prancis, Kylian Mbappe, sudah menjadi contoh dengan mendonasikan seluruh uang penampilannya saat Piala Dunia 2018 di Rusia dan edisi 2022 di Qatar. Belum ada konfirmasi pemain lain yang melakukan hal serupa pada turnamen kali ini.
Keputusan donasi sepenuhnya bergantung pada masing-masing pemain dan federasi. Inggris memilih model kolektif, sementara Mbappe melakukannya secara personal.
Setiap federasi sepak bola nasional memiliki kebijakan sendiri soal pembagian uang penampilan. FIFA tidak mengatur secara detail bagaimana federasi mendistribusikan dana partisipasi kepada para pemain.
Bagi pemain dari negara lain, uang penampilan tetap menjadi hak individu yang diterima langsung. Tidak ada kewajiban untuk mendonasikan seperti yang dilakukan skuad Inggris atau Mbappe.
Jawabannya tergantung negara asal. Pemain Inggris dan Mbappe terbukti tidak mengambil uang penampilan pribadi. Namun secara umum, FIFA tetap mengucurkan dana besar ke federasi, yang kemudian menjadi wewenang federasi untuk mengatur pembagiannya ke pemain.
Yang jelas, waktu liburan yang dikorbankan pemain selama turnamen tidak sepenuhnya sia-sia secara finansial — setidaknya bagi mereka yang tidak mendonasikan haknya.