BONE — Aksi nekat seorang suami berinisial AR (35) menggemparkan warga Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone. Ia tega menikam seorang pelajar berinisial MF (17) hingga tewas, didorong rasa cemburu setelah membaca percakapan di ponsel korban yang dinilainya terlalu akrab dengan istrinya.
Peristiwa itu bermula saat AR mendatangi rumah kontrakan korban di Kelurahan Macanang. Tanpa banyak bicara, ia langsung mengeluarkan senjata tajam dan menikam MF di bagian dada. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Informasi yang dihimpun, AR sebelumnya menemukan ponsel MF yang berisi chat dengan istrinya. Ia mengaku emosi dan merasa harga dirinya sebagai suami dilecehkan. "Saya enggak terima chat mereka. Sudah keterlaluan," ujar AR saat diperiksa polisi.
Tim Resmob Polres Bone bergerak cepat. Hanya beberapa jam setelah kejadian, AR berhasil ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Dari tangan tersangka, polisi menyita satu bilah pisau yang digunakan untuk menikam korban.
Kapolres Bone AKBP Erwin Syah melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Yasir mengatakan, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. "Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara," kata Yasir.
Keluarga korban yang datang ke Mapolres Bone tak kuasa menahan tangis. Mereka mendesak polisi memproses kasus ini secara transparan dan menghukum pelaku seberat-beratnya. "Anak kami masih sekolah, masa depannya masih panjang. Ini sangat tidak manusiawi," ujar seorang kerabat korban.
Jenazah MF telah dibawa ke kampung halamannya di Kecamatan Kajuara untuk dimakamkan. Sementara itu, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bone.
Apakah pelaku punya catatan kriminal sebelumnya?
Berdasarkan pemeriksaan awal, AR belum pernah terlibat kasus hukum. Ia dikenal sebagai warga biasa yang bekerja sebagai buruh harian.
Bagaimana kondisi istri pelaku saat ini?
Istri pelaku masih dimintai keterangan oleh polisi sebagai saksi kunci. Ia dalam kondisi trauma dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.
Apa yang memicu pelaku nekat membunuh?
Selain cemburu, polisi menduga ada faktor emosi sesaat. Namun, pemeriksaan psikologis masih berlangsung untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku saat kejadian.