Gubernur Sulawesi Selatan Lantik Mardiyanto Arif Rakhmadi sebagai Kepala BPKP, Perkuat Pengawasan Tata Kelola Daerah

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 19:48:02 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan melantik Mardiyanto Arif Rakhmadi sebagai Kepala BPKP Sulsel di Aula Asta Cita.

MAKASSAR — Pelantikan Mardiyanto Arif Rakhmadi sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Selatan digelar di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur, Senin lalu. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pimpinan daerah serta perwakilan instansi vertikal.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Tata Kelola

Pemerintah provinsi menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Sinergi ini melibatkan Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPKP, BPK, Kejaksaan, hingga Kepolisian.

“Selamat datang dan selamat bertugas di Sulawesi Selatan. Semoga sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut demi perbaikan tata kelola pemerintahan,” demikian bunyi sambutan dalam acara tersebut.

Fungsi Pengawasan Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

Pemerintah daerah berharap kehadiran pimpinan baru BPKP ini mampu memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola di daerah. Kerja sama yang solid dinilai dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor juga diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan agar tepat sasaran dan berdampak nyata. BPKP diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola yang lebih baik, transparan, dan akuntabel.

Apa Tugas Utama BPKP ke Depan?

Dengan pengukuhan ini, BPKP Perwakilan Sulawesi Selatan diharapkan semakin optimal menjalankan perannya sebagai pengawal akuntabilitas keuangan dan pembangunan. Pemerintah menilai sinergi yang selama ini terjalin harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Mardiyanto Arif Rakhmadi kini mengemban amanah baru di Sulawesi Selatan. Harapan besar disematkan agar ia mampu memperkuat tata kelola pemerintahan melalui fungsi pengawasan yang ketat dan terukur.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: trotoar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top