SULAWESI SELATAN — Persiapan penyelenggaraan tahun kelima MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat, mulai dimatangkan. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) fokus pada kesiapan sirkuit, fasilitas pendukung, hingga layanan bagi wisatawan.
Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, menyebut capaian tahun sebelumnya menjadi fondasi untuk menaikkan target. "Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia menghasilkan dampak ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun," ujarnya.
Menurut Troy, ajang ini berhasil menarik lebih dari 140 ribu penonton sepanjang akhir pekan balapan. Tingkat okupansi hotel di kawasan Mandalika dan sekitarnya mencapai maksimal, sementara lebih dari 600 UMKM lokal terlibat dan sekitar 3.000 tenaga kerja terserap selama event berlangsung.
"Ini menjadi bukti bahwa MotoGP Mandalika memiliki efek berganda yang besar bagi masyarakat," tambahnya.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menilai MotoGP Mandalika 2026 punya peran strategis memperkuat ekosistem sport tourism Indonesia. Ia menekankan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci meningkatkan daya saing internasional.
“Hari ini ada yang namanya sport tourism. Jika ada kolaborasi maksimal antara Kemenpora dan Kementerian Pariwisata, event ini akan menjadi national branding yang luar biasa untuk Indonesia ke depannya,” kata Erick.
Sejak kembali masuk kalender MotoGP pada 2022, Mandalika terus melalui evaluasi penyelenggaraan. Pemerintah berharap ajang ini tidak hanya menjadi tontonan kelas dunia, tetapi juga motor penggerak investasi dan pariwisata berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.
Pekan balap pada Oktober 2026 nanti diharapkan mampu menyerap lebih banyak wisatawan mancanegara dan meningkatkan durasi kunjungan mereka di kawasan Mandalika.