SULAWESI SELATAN — Unit ke satu juta yang keluar dari pabrik VinFast di Hai Phong adalah Feliz II warna merah. Skuter ini menggunakan sistem baterai lepas-pasang yang bisa diisi daya di rumah atau ditukar di stasiun penukaran baterai khusus. Strategi baterai tukar ini menjadi salah satu kunci pertumbuhan VinFast di pasar Asia, di mana kepadatan penduduk perkotaan dan hunian vertikal membuat pengisian daya di rumah kurang praktis.
VinFast tidak hanya mengandalkan satu model. Dalam waktu singkat, lini produk mereka membengkak menjadi hampir 14 keluarga model dengan lebih dari 30 varian. Rentangnya lebar: dari skuter komuter perkotaan yang terjangkau hingga model premium yang lebih besar.
Beberapa varian menggunakan baterai tetap, sementara yang lain mengandalkan satu atau dua pak baterai lepas-pasang. Strategi ini memberi fleksibilitas bagi pengguna dengan kebutuhan dan kebiasaan berkendara yang berbeda.
VinFast tidak berhenti di Vietnam. Pabrikan ini tengah membangun pabrik skuter listrik baru di Vietnam tengah untuk menambah kapasitas produksi. Ekspansi pasar juga gencar dilakukan ke Indonesia, Filipina, India, Thailand, dan Malaysia.
Di luar Asia, nama VinFast mungkin lebih dikenal sebagai produsen mobil listrik roda empat yang mencoba menembus pasar Amerika Utara dan Eropa dengan jajaran SUV listrik. Namun, di pasar roda dua, mereka sudah menjadi pemain raksasa yang nyaris tak terdengar oleh konsumen Barat.
Pencapaian satu juta unit ini menunjukkan bahwa adopsi skuter listrik di Asia sudah berjalan jauh lebih cepat dibandingkan perdebatan soal masa depan motor listrik di Eropa dan Amerika Utara. VinFast membuktikan bahwa dengan infrastruktur penukaran baterai yang terintegrasi dan strategi produk yang membuat kendaraan listrik terjangkau, volume produksi massal bisa diraih dalam waktu singkat.