SULAWESI SELATAN — Kenaikan peringkat ini diraih setelah pasukan John Herdman mengalahkan Oman 3-0 pada 5 Juni dan menekuk Mozambik 1-0 empat hari kemudian. Dua laga tersebut digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kini Indonesia mengoleksi 1.157,14 poin, meninggalkan posisi 122 yang sempat ditempati sejak Oktober 2025.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersyukur atas hasil ini, tapi langsung mengingatkan agar tidak cepat puas. "Alhamdulillah, kita patut bersyukur, poin penuh di dua pertandingan kemarin memperbaiki peringkat kita," ujar Erick dalam keterangan resmi, Jumat (12/6).
Ia menegaskan bahwa peringkat FIFA tak selalu berbanding lurus dengan hasil di lapangan. "Saya tetap mengingatkan, peringkat di sepak bola kadang tidak menjamin hasil akhir. Jadi, kita harus tetap membumi dan fokus pada pertandingan-pertandingan selanjutnya agar bisa terus mendekati dan masuk 100 dunia," tambahnya.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyoroti kemampuan adaptasi skuadnya saat menghadapi dua lawan dengan karakter berbeda. Menurutnya, kemenangan beruntun melawan tim berperingkat lebih tinggi di kandang sendiri adalah pencapaian luar biasa.
"Meraih dua kemenangan beruntun di kandang melawan tim-tim dengan peringkat lebih tinggi adalah pencapaian luar biasa. Saat ini, para pemain terlihat jauh lebih berbahaya bagi lawan," kata Herdman.
Peringkat 118 dunia ini menjadi bekal berharga bagi Garuda menjelang ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026 yang bergulir pada 26 Juli hingga 24 Agustus. Di Grup A, Timnas Indonesia akan bersaing dengan Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang play-off Brunei Darussalam versus Timor Leste.
Dengan tren positif ini, konsistensi menjadi kata kunci. Erick Thohir ingin tim terus membumi, sementara Herdman optimistis para pemainnya kini lebih percaya diri menghadapi lawan mana pun.