Dishub Takalar Gelar Pemeriksaan Emisi Gas Buang di Jalan Poros, Puluhan Kendaraan Dihentikan untuk Uji Kadar Polusi

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 15:51:31 WIB
Dishub Takalar menggelar pemeriksaan emisi gas buang di Jalan Poros untuk mengukur kadar polusi kendaraan.

TAKALAR — Kepala Dishub Takalar, Sirajuddin Saraba, memimpin langsung operasi pemeriksaan emisi kendaraan bermotor yang digelar di ruas Jalan Poros Takalar. Kegiatan ini melibatkan petugas dari UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) yang menerjunkan alat ukur kadar gas buang untuk menguji kendaraan yang melintas.

Ambang Batas Emisi Jadi Acuan Utama

Dalam pemeriksaan itu, petugas mengukur tingkat kandungan gas buang dari masing-masing kendaraan. Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan ambang batas emisi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan kendaraan yang beroperasi di jalan raya memenuhi ambang batas emisi yang telah ditetapkan. Ini merupakan langkah nyata dalam menjaga kualitas udara dan keselamatan transportasi di Kabupaten Takalar,” ujar Sirajuddin Saraba saat ditemui di lokasi.

Kendaraan Tak Lolos Uji: Edukasi, Bukan Tilang

Kepala UPT PKB Dishub Takalar, Asnawi, menjelaskan bahwa kendaraan yang kedapatan memiliki emisi melebihi ambang batas tidak langsung ditilang. Sebaliknya, pemilik kendaraan akan diberikan edukasi dan rekomendasi perawatan mesin.

“Kami beri pemahaman agar mereka melakukan servis rutin sehingga emisi kendaraan kembali normal. Ini bentuk pembinaan, bukan hukuman,” kata Asnawi.

Pendekatan ini diambil Dishub untuk membangun kesadaran masyarakat secara sukarela, bukan melalui pendekatan represif. Pengecekan emisi disebut sebagai bagian dari pengawasan rutin terhadap kelayakan kendaraan yang beroperasi di Takalar.

Mengapa Pemeriksaan Emisi Penting untuk Warga Takalar?

Kendaraan dengan emisi tinggi tidak hanya melanggar standar teknis, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap buruknya kualitas udara. Dalam jangka panjang, polusi dari gas buang kendaraan dapat memicu gangguan pernapasan dan penyakit kardiovaskular pada masyarakat.

Dishub Takalar berharap kegiatan serupa bisa digelar secara berkala, terutama di titik-titik padat kendaraan seperti kawasan pasar dan pusat kota. Pemeriksaan ini juga menjadi pengingat bagi pemilik kendaraan untuk tidak menunda perawatan mesin.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: sulsel.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top