SULAWESI SELATAN — Laga yang digelar di Jakarta, Jumat (21/3/2026) ini menjadi ujian perdana bagi skuad asuhan Roberto Martinez. Hasil positif ini menjadi modal berharga sebelum Portugal menghadapi Nigeria di laga uji coba kedua.
Portugal mendominasi sejak menit awal. Tembakan Raphael Leao di menit kesembilan bahkan mengenai tiang gawang Chili. Namun, dominasi itu tidak dibarengi dengan gol hingga menjelang turun minum.
Tensi pertandingan meningkat saat injury time babak pertama. Rafael Leao terlibat aksi saling dorong dengan bek Chili, Ivan Roman. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah untuk kedua pemain, membuat babak kedua dimainkan dengan 10 lawan 10 pemain. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Martinez melakukan revolusi dengan tujuh pergantian pemain sekaligus. Cristiano Ronaldo ditarik keluar, digantikan oleh Goncalo Guedes dan Goncalo Inacio yang masuk untuk menyegarkan lini depan dan belakang.
Keputusan itu terbukti jitu. Portugal tetap mendominasi penguasaan bola meski dengan jumlah pemain sama. Goncalo Guedes menjadi pembuka keunggulan, disusul gol Bruno Fernandes yang memastikan kemenangan. Chili hanya mampu membalas lewat gol Lucas Cepeda di masa injury time.
Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Portugal yang tengah membangun kembali skuad pasca-Piala Eropa 2024. Dengan rotasi pemain yang masif, Martinez menunjukkan kedalaman skuad yang mumpuni.
Chili, di sisi lain, harus bekerja keras memperbaiki penyelesaian akhir. Pertahanan rapat yang mereka bangun hanya bertahan hingga babak pertama, sebelum jebol dua kali di babak kedua.