MAKASSAR — Proyek infrastruktur jalan yang menghubungkan perbatasan Kabupaten Gowa dengan Kecamatan Tondong, Kabupaten Sinjai, kini mulai berdenyut. Gubernur Sulawesi Selatan mengungkapkan bahwa progres pembangunan jalan tersebut telah mencapai 12,74 persen.
Angka ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan total panjang ruas jalan yang direncanakan. Namun, pemerintah daerah menilai capaian tersebut sudah sesuai dengan jadwal kontrak yang berjalan. Pekerjaan fisik baru dimulai pada beberapa titik prioritas di segmen awal proyek.
Pihak pemprov menyebutkan bahwa proses pembebasan lahan dan rekayasa teknis di medan berbukit menjadi faktor utama yang mempengaruhi kecepatan pengerjaan. Meski begitu, optimisme tetap tinggi mengingat proyek ini masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan ruas jalan ini selesai dikerjakan pada akhir tahun 2025. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, dengan nilai kontrak yang telah ditandatangani sejak awal tahun anggaran.
Gubernur Sulsel menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan jalan biasa. Ruas ini merupakan jalur vital yang selama ini menjadi keluhan utama warga di dua kabupaten, terutama saat musim hujan yang kerap mengisolasi sejumlah desa.
Jika rampung, jalan ini akan memangkas waktu tempuh warga dari Sinjai menuju Gowa dan sebaliknya secara signifikan. Selama ini, akses utama warga di perbatasan masih mengandalkan jalan tanah dan bebatuan yang rusak parah.
Konektivitas yang lebih baik juga diprediksi mendorong roda ekonomi lokal. Hasil bumi seperti kakao, kopi, dan kemiri dari pedalaman Sinjai akan lebih cepat sampai ke pasar di Gowa dan Makassar. Para petani selama ini mengeluhkan ongkos logistik yang tinggi akibat buruknya infrastruktur.
Masyarakat diperkirakan dapat menggunakan ruas jalan tersebut secara bertahap. Beberapa segmen yang sudah dirabat beton atau dihotmix kemungkinan bisa difungsikan sebelum proyek keseluruhan rampung pada akhir 2025. Pemerintah daerah berjanji akan terus memperbarui informasi perkembangan proyek secara berkala.