MAKASSAR — Progres pembangunan jalur Kereta Api Makassar-Parepare, yang merupakan tahap awal dari megaproyek Kereta Api Trans Sulawesi, kembali menjadi sorotan. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memastikan proyek strategis nasional ini tidak mangkrak, meskipun pengerjaan berjalan lambat dalam beberapa tahun terakhir.
Andi Sudirman menyebutkan, pengerjaan terakhir telah mencapai wilayah Palanro, Kabupaten Barru. Total panjang jalur yang ditargetkan mencapai 142 kilometer, dan saat ini masih ada 23 kilometer yang belum tersambung sepenuhnya.
"Walaupun progresnya lambat, tetapi setidaknya ada kemajuan," ujar Andi Sudirman, Selasa (19/5/2026) lalu.
Saat ini, layanan operasional kereta api di Sulawesi Selatan sudah berjalan pada lintasan Stasiun Mandai di Kabupaten Maros hingga Garongkong di Kabupaten Barru. Jarak yang sudah beroperasi itu baru sepanjang 85 kilometer.
Pemerintah menargetkan jalur kereta api ini nantinya akan terkoneksi langsung dari Makassar New Port (MNP) menuju Parepare. Konektivitas ini dinilai krusial untuk memperlancar distribusi logistik dari pelabuhan ke kawasan industri.
Dua kendala utama yang masih menghambat proyek ini adalah pembebasan lahan dan keterbatasan anggaran. Proyek yang digadang menjadi tulang punggung konektivitas di Pulau Sulawesi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Untuk mengatasi persoalan anggaran, pemerintah mulai membuka peluang bagi investor swasta untuk ikut serta. Andi Sudirman mengaku telah membahas skema pendanaan ini bersama Menteri Perhubungan RI.
"Kalau ada swasta yang ingin berinvestasi, kami terbuka. Kami akan tetap mendorong pembangunan ini agar fungsionalitasnya lebih baik," katanya.
Jalur Makassar-Parepare hanyalah tahap awal dari megaproyek Kereta Api Trans Sulawesi. Proyek ambisius ini dirancang membentang sekitar 1.700 kilometer dari Makassar hingga Manado.
Rutenya nantinya akan melintasi empat provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Proyek ini diyakini mampu memangkas biaya distribusi antar daerah dan membuka pusat-pusat investasi baru di kawasan timur Indonesia.
Andi Sudirman mengakui proyek ini membutuhkan dukungan pembiayaan yang besar. Karena itu, selain mengandalkan APBN, keterlibatan swasta menjadi salah satu solusi yang sedang didorong.
Fokus utama saat ini, menurutnya, adalah memastikan jalur kereta api terkoneksi terlebih dahulu dari Makassar New Port menuju Parepare melalui jalur yang telah tersedia. Dengan begitu, fungsi logistik dari proyek ini bisa segera dirasakan.