SULAWESI SELATAN — Kemenangan 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Sabtu lalu, membawa Persija Jakarta ke peringkat ketiga klasemen dengan 68 poin dari 33 laga. Angka tersebut memecahkan rekor perolehan poin klub di era Liga 1, mengalahkan catatan 66 poin pada musim 2022/23 di bawah Thomas Doll. Bahkan, torehan ini sudah melampaui total 62 poin saat Persija juara pada 2018 silam.
Mauricio Souza menegaskan timnya tidak pernah secara spesifik membidik rekor poin. "Saya senang dengan rekor ini. Sejujurnya, ini bukan rekor yang kami targetkan. Kami selalu berusaha menjadi nomor satu di kompetisi ini," ujar pelatih asal Brasil itu melalui laman resmi klub, Senin.
Meski begitu, Souza menilai pencapaian ini menjadi indikator perkembangan permainan Persija. "Saya rasa ini menunjukkan sedikit dari apa yang telah kami lakukan sepanjang kompetisi," tambahnya.
Pada laga di Kediri, Persija menang meyakinkan berkat gol Rayhan Hannan dan dua gol Gustavo Almeida. Kemenangan ini sekaligus memastikan Macan Kemayoran masih menyimpan satu laga tersisa di pekan 34.
Pertandingan pamungkas akan digelar di Stadion Internasional Jakarta, Sabtu (23/5), melawan Semen Padang. Tambahan poin di laga itu berpotensi mengerek posisi Persija di klasemen akhir.
Bagi Souza, apresiasi yang datang dari lawan lebih berharga dari sekadar angka. "Bagaimanapun, saya juga sangat senang ketika kami meninggalkan lapangan dan menerima pujian dari tim lawan, yang selalu memuji gaya permainan kami," jelasnya.
"Tanpa ragu, mencapai tonggak sejarah ini dengan seragam bergengsi seperti ini sangat memuaskan," tutup Souza.