Medan menantang di kawasan perbukitan Desa Tanratuo tak menyurutkan laju truk pengangkut material. Sejak pagi hingga larut malam, kendaraan hilir mudik membawa timbunan ke lokasi pekerjaan. Koordinasi antara personel Satgas TMMD dan para sopir membuat rantai pasokan material tetap lancar.
Distribusi Material Berlangsung 24 Jam
Letkol Czi Imam Subekti mengatakan kelancaran distribusi material menjadi faktor utama dalam percepatan pembangunan jalan tani. “Kami terus mengoptimalkan pengiriman material agar pekerjaan tidak mengalami hambatan. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis pembangunan jalan tani ini dapat selesai tepat waktu,” ujarnya, Minggu.
Demi menjaga ritme kerja, pasokan timbunan dijaga agar tidak putus. Personel Satgas bergiliran mengawasi bongkar muat dan memastikan truk kembali ke quarry tepat waktu. Aktivitas ini berlangsung sejak awal pekan lalu dan diperkirakan berlanjut hingga seluruh ruas jalan rampung.
Manfaat Jalan Tani bagi Petani Pinrang
Jalan tani yang dibangun merupakan salah satu sasaran fisik strategis dalam Program TMMD Ke-129. Akses ini akan mempermudah transportasi hasil pertanian, memperlancar mobilitas warga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Sebagian besar warga Desa Tanratuo bekerja sebagai petani dan selama ini mengandalkan jalan setapak untuk mengangkut hasil kebun.
“Pembangunan jalan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh petani. Mereka tidak perlu lagi menggotong hasil panen dalam jarak jauh,” kata seorang warga setempat yang ikut gotong royong.
Gotong Royong TNI dan Masyarakat
Semangat kebersamaan mewarnai setiap tahap pengerjaan. Personel Satgas TMMD bersama warga desa bergotong royong membersihkan badan jalan dan membantu pengaturan lalu lintas truk. Menurut Komandan Satgas, kerja keras siang dan malam ini menjadi bukti nyata pengabdian TNI dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Target penyelesaian seluruh sasaran fisik dijadwalkan dalam waktu dekat.