PANGKEP — Data terbaru Pemprov Sulsel menunjukkan luas mangrove yang sudah tertanam di wilayah pesisir provinsi ini baru sekitar 8,8 persen dari total potensi habitat mangrove yang direncanakan. Angka tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sulsel, Dr. H. M. Ishak Iskandar, mewakili Gubernur Andi Sudirman Sulaiman saat peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Dusun Biringkassi, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro.
Kesenjangan 113.239 Hektare yang Harus Ditutup
Dari target pemulihan ekosistem mangrove seluas 124.146,84 hektare, baru terealisasi 10.907,35 hektare. Artinya, masih ada sekitar 113.239 hektare lahan potensial yang perlu ditanami kembali. Kegiatan penanaman serentak kali ini menambah 7.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Pangkep sebagai bagian dari gerakan nasional.
"Keberadaan bakau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, pencemaran, hingga penebangan yang tidak terkendali," ujar Ishak dalam sambutan yang dikutip panitia.
Fungsi Mangrove: dari Abrasi hingga Penyimpan Karbon
Mangrove memiliki peran ganda: melindungi pantai dari abrasi dan gelombang, sekaligus menjadi habitat ikan, kepiting, udang, dan burung. Secara ekologis, ekosistem ini mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar dan menghasilkan oksigen — dua fungsi kunci dalam mitigasi perubahan iklim.
"Bakau juga memiliki fungsi besar dalam menyimpan karbon, menghasilkan oksigen, dan membantu menghadapi perubahan iklim," kata Ishak.
Tantangan di Lapangan: Alih Fungsi Lahan dan Penebangan Liar
Meski potensi mangrove di Sulsel sangat besar, tekanan terhadap ekosistem ini terus berlangsung. Alih fungsi lahan untuk tambak dan pemukiman, pencemaran, serta penebangan liar menjadi ancaman utama. Ishak menegaskan upaya pelestarian tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
"Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kepedulian dan aksi nyata. Menanam satu pohon mangrove adalah investasi bagi masa depan, demi pesisir yang lebih aman, lingkungan yang lebih sehat, dan kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang," imbaunya.
Secara nasional, Indonesia memiliki kawasan mangrove seluas 3,45 juta hektare berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, atau sekitar 20–25 persen dari total mangrove dunia. Ekosistem ini melindungi sekitar 17.000 kilometer garis pantai dan menopang kehidupan sekitar 50 juta masyarakat pesisir.