Pencarian

Australia Resmikan Pojok Baca Kedua di Masjid Al-Markaz Makassar, Target Penguatan Literasi Warga

Jumat, 24 Juli 2026 • 15:34:01 WIB
Australia Resmikan Pojok Baca Kedua di Masjid Al-Markaz Makassar, Target Penguatan Literasi Warga
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier meresmikan Australian Reading Corner kedua di Indonesia di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar.

MAKASSAR — Masjid Al-Markaz Al-Islami di Makassar menjadi lokasi baru Australian Reading Corner yang diresmikan oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier. Pojok baca ini merupakan yang kedua di Indonesia setelah sebelumnya hadir di Masjid Istiqlal Jakarta.

"Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan salah satu masjid terkemuka di Indonesia bagian timur dan menjadi pusat kegiatan masyarakat. Karena itu kami merasa tempat ini sangat tepat untuk menghadirkan Australian Reading Corner," ujar Rod Brazier dalam sambutannya di Makassar.

Kedekatan Sejarah Australia-Makassar

Rod Brazier mengungkapkan bahwa Makassar memiliki arti penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Ia mencontohkan kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Makassar pada 2022 yang menjadi lawatan bilateral pertamanya ke Indonesia.

Dubes Australia itu juga menceritakan pengalaman pribadinya. Pada 1990, ia pernah tinggal bersama keluarga angkat di kawasan yang tidak jauh dari lokasi Masjid Al-Markaz Al-Islami saat masih muda. Hubungan kedua negara, kata dia, telah terjalin jauh sebelum era modern melalui pelayaran para pelaut.

Masjid sebagai Pusat Peradaban

Ketua Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami Prof Hamid Awaluddin menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Ia menyebut masjid juga menjadi pusat peradaban melalui penguatan literasi masyarakat.

"Kalau ingin membangun peradaban yang maju, maka literasi harus ditingkatkan. Buku adalah jendela dunia. Tidak ada bangsa yang maju tanpa budaya membaca," ujarnya.

Prof Hamid juga mengisahkan kedekatan historis antara Indonesia, khususnya masyarakat Bugis-Makassar, dengan Australia yang telah terjalin sejak abad ke-17. Hubungan itu bermula dari pelayaran para pencari teripang ke wilayah Australia Utara.

Ide Berawal dari Kunjungan Ramadan

Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias mengungkapkan gagasan menghadirkan pojok baca ini berawal dari kunjungannya ke Masjid Al-Markaz dua tahun lalu saat Ramadan. Saat itu ia melihat antusiasme para pelajar yang memanfaatkan perpustakaan untuk membaca dan mencari referensi.

"Biasanya Australian Reading Corner hanya ada di perguruan tinggi. Namun setelah melihat semangat membaca para siswa di Al-Markaz, kami berpikir mengapa tidak menghadirkannya di sini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas," kata Todd Dias.

Menurutnya, pojok baca ini menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama antara Konsulat Jenderal Australia di Makassar dengan Al-Markaz Al-Islami. Fasilitas itu juga diharapkan memberikan akses informasi mengenai Australia, mulai dari budaya, pendidikan, hingga berbagai program beasiswa.

Harapan untuk Generasi Muda

Todd berharap fasilitas tersebut dapat menjadi jembatan bagi generasi muda yang ingin mengenal Australia lebih dekat. Ia menyebut pojok baca ini bisa menjadi langkah awal sebelum pelajar mengikuti program pendidikan maupun pertukaran ke negeri Kanguru.

Prof Hamid berharap Pemerintah Australia terus menambah koleksi buku di perpustakaan Al-Markaz. Ia ingin perpustakaan itu dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum sebagai pusat literasi berbahasa Inggris dan referensi tentang Australia.

Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks