MAKASSAR — Pelaksana Harian Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Andi Sukri Syamsuri MHum, menegaskan pertemuan dengan Unimen bukan ajang menggurui. Ia menyebut kedua institusi berada dalam satu jaringan besar Persyarikatan Muhammadiyah sehingga hubungan harus dibangun atas semangat persaudaraan dan keterbukaan.
Empat Bidang Utama yang Dibahas dalam Pendampingan
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr Burhanuddin MSi, menjelaskan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi antara pimpinan kedua universitas. Empat bidang utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi penjaminan mutu, pengembangan kurikulum OBE, penyusunan dokumen akreditasi dan rencana strategis, serta pengembangan sistem informasi akademik dan aplikasi SPMI digital.
"Kami bukan menggurui, tetapi kita akan berbagi. Bisa jadi ada hal di Unismuh Makassar yang dapat dibagikan kepada Unimen, begitu pula sebaliknya," ujar Prof Andis.
Peserta Dibagi ke Kelompok Kerja agar Pendampingan Lebih Efektif
Agar pendampingan berjalan efektif, peserta dari Unimen dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai bidang masing-masing. Tim kurikulum berdiskusi bersama pengelola Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Unismuh. Sementara tim SPMI dan akreditasi melakukan pendalaman bersama Badan Penjaminan Mutu.
Tim teknologi informasi mendapat porsi khusus. Unismuh Makassar tidak sekadar menawarkan aplikasi yang telah digunakan, tetapi mendorong Unimen membangun sistem secara mandiri sesuai kebutuhan, karakteristik, dan sumber daya yang dimiliki.
Unimen Didorong Kembangkan Sistem Informasi Secara Mandiri
Tim Unimen diberikan kesempatan mempelajari arsitektur aplikasi, proses pengembangan, hingga tata kelola sistem. Tujuannya agar Unimen memiliki kapasitas mengembangkan teknologi secara berkelanjutan tanpa ketergantungan.
"Unismuh Makassar dan Unimen bukan sekadar mitra, tetapi bersaudara. Kita berada dalam satu tenda besar Muhammadiyah dengan tujuan yang sama," ungkap Prof Andis.
Prof Andis menilai budaya saling belajar seperti ini perlu terus diperkuat di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA). Menurutnya, kolaborasi semacam ini mampu mempercepat peningkatan mutu perguruan tinggi sekaligus mempererat jejaring pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Melalui pertemuan tersebut, Unismuh Makassar berharap praktik-praktik baik yang dimiliki masing-masing kampus dapat saling melengkapi. Dampaknya diharapkan langsung terasa pada peningkatan kualitas akademik, tata kelola, serta pelayanan pendidikan kepada masyarakat.