GOWA — Omset Rp45 juta yang diraih produk Wastra dan Kriya Gowa selama lima hari pameran di Makassar bukan sekadar angka. Ketua Dekranasda Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, menyebut pencapaian ini sebagai sinyal bahwa produk lokal mulai mendapat tempat di hati masyarakat luas.
“Hasil penjualan ini sangat luar biasa, jauh di atas ekspektasi kami. Dibanding pameran-pameran sebelumnya, kali ini benar-benar memberi peluang potensial bagi promosi dan pemasaran UMKM binaan Dekranasda Gowa,” ujarnya di Gowa, Senin (14/7).
Sarung Sutera Cura' Labba dan Baju Bodo Gowa Paling Diburu
Andi Tenri Indah merinci sejumlah produk yang paling diminati pengunjung. Sarung Sutera Cura' Labba—tenunan khas Gowa dengan corak lebar—menjadi primadona, begitu pula turunannya seperti gaun luar (dress outer) berbahan sutera yang sama.
Baju bodo berbahan sutera, aneka tas rajutan dan anyaman bambu, serta aksesoris seperti boneka rajut, gelang, dan gantungan kunci juga laris manis. “Kami berharap ke depannya lebih banyak produk unggulan Gowa yang dikenal di seluruh Indonesia dan bisa bersaing hingga tingkat internasional,” tambahnya.
Mendagri dan Arumi Bachsin Jadi “Duta” Tak Resmi Sutera Gowa
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa, Muh Fajaruddin, mengungkapkan bahwa produk Gowa sempat dikenakan sejumlah tokoh nasional di ajang tersebut. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tampil mengenakan baju dari sutera Gowa, sementara Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin memakai Baju Bodo Gowa.
“Terima kasih pak Mendagri memakai baju dari sutra Gowa, terima kasih juga ibu Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur memakai Baju bodo Gowa dan ibu Wakil Ketua Dekranas memakai sarung sutra binaan Dekranasda Gowa,” kata Fajaruddin.
Mendagri: Kerajinan Tangan Indonesia Paling Beragam di Dunia
Saat menutup rangkaian acara 46 Tahun Dekranas di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (12/7), Tito Karnavian menekankan potensi besar industri kerajinan nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki keberagaman produk kerajinan yang lahir dari kekayaan budaya, suku, dan sumber daya alam yang tidak dimiliki negara lain.
“Indonesia adalah negara dengan kerajinan tangan paling beragam di dunia. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing,” ujar Tito.
Ia mendorong Dekranas dan pemerintah daerah untuk terus mengembangkan inovasi produk, meningkatkan kualitas, serta memanfaatkan bahan baku lokal yang selama ini belum diolah secara optimal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. “Apabila potensi ini dikelola secara serius dan berkelanjutan, industri kerajinan Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin,” tutupnya.