MAKASSAR — Sebanyak puluhan pimpinan MPKS dari perwakilan wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua tumpah ruah di Lantai 3 Pusdam Sulawesi Selatan sejak Sabtu (11/7/2026). Mereka mengikuti upgrading dan rapat koordinasi yang mengusung tema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi MPKS Regional IV dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial yang Inklusif dan Berkelanjutan.”
Ketua MPKS PWM Sulawesi Selatan, Dr. H. M. Arfah Bas’ha, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa antusiasme peserta melampaui target awal panitia. Peserta datang dari Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, hingga Maluku.
Koordinasi Jadi Fondasi Utama Pelayanan Sosial
Arfah menyebut keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari koordinasi intensif antara panitia pusat dan lokal. Menurutnya, berbagai kebutuhan peserta, mulai dari penjemputan hingga akomodasi, telah dipersiapkan secara matang.
“Semua ini dapat terlaksana karena koordinasi yang berjalan dengan baik. Kita boleh merancang kegiatan, tetapi keberhasilan pelaksanaan sangat ditentukan oleh kerja sama panitia yang bekerja tanpa mengenal waktu,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan bahwa koordinasi merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi pelayanan sosial. Tanpa komunikasi yang baik, berbagai program yang telah dirancang tidak akan mampu diwujudkan secara optimal di lapangan.
Keikhlasan Jadi Modal Sosial Muhammadiyah Selama Seabad
Sementara itu, Bendahara PWM Sulawesi Selatan, Dr. Husain Abd Rahman, S.Pd., M.Pd.I., menegaskan bahwa kekuatan utama Muhammadiyah selama lebih dari satu abad terletak pada nilai keikhlasan dan ketulusan para pengurusnya. Menurutnya, modal sosial ini merupakan warisan dari KH Ahmad Dahlan yang terus dipelihara hingga kini.
“Saya meyakini Muhammadiyah mampu bertahan lebih dari seratus tahun karena para pengurusnya memiliki keikhlasan dan kesungguhan dalam mengurus persyarikatan. Modal inilah yang harus terus diwariskan kepada seluruh kader,” kata Husain.
Ia menilai semangat tersebut sangat relevan dengan tugas MPKS yang setiap hari berhadapan langsung dengan persoalan sosial, mulai dari pelayanan anak terlantar, penyandang disabilitas, hingga kelompok rentan lainnya. Menurut Husain, pengabdian di bidang kesejahteraan sosial membutuhkan dedikasi yang lebih besar dibanding sekadar menjalankan program administratif.
Fasilitas Pusdam Sulsel Semakin Berkembang
Dalam kesempatan itu, Arfah juga memperkenalkan fasilitas Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang kini semakin berkembang. Gedung tersebut telah dilengkapi ruang pertemuan, kamar penginapan, serta berbagai fasilitas pendukung yang terus dibenahi untuk menunjang kegiatan organisasi.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan hingga selesai sehingga berbagai materi upgrading dan hasil rapat koordinasi mampu melahirkan rekomendasi yang memperkuat program-program MPKS di daerah masing-masing. Rakor ini menjadi forum strategis untuk menyatukan arah kebijakan pelayanan sosial Muhammadiyah di kawasan timur Indonesia.