MAKASSAR — Dua produk andalan UMKM Kabupaten Luwu, Lito Bonelemo dan kain tenun Ilan Batu Uru, menjadi primadona di stan Dekranasda Luwu dalam ajang Pameran Nasional Kerajinan Tangan Produk UMKM. Pameran yang digelar di Trans Studio Mall Makassar itu berlangsung selama empat hari dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas.
Lito Bonelemo: Anyaman Rumput Liar yang Tembus Pasar Nasional
Lito Bonelemo merupakan kerajinan anyaman berbahan dasar rumput liar yang tumbuh di kawasan hutan Desa Bonelemo. Produk ini dibuat oleh para ibu rumah tangga dan diolah menjadi berbagai perlengkapan rumah tangga.
Sekretaris Dekranasda Kabupaten Luwu, Hj Sairah, mengungkapkan bahwa Lito Bonelemo sebelumnya pernah mewakili Sulawesi Selatan pada pameran nasional di Jakarta. Bahkan, kata dia, kerajinan ini kerap dipromosikan oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Luwu di berbagai daerah.
“Alhamdulillah meskipun harganya cukup mahal, kerajinan Lito baru-baru ini dipesan istri Menteri Pertanian RI Bapak H Amran Sulaiman hingga empat lusin,” ujar Sairah, Kamis (9/7/2026).
Tenun Ilan Batu Uru: Wastra Lokal yang Tampil di Lomba Fashion Show
Selain Lito, Dekranasda Luwu juga memamerkan kain tenun khas Desa Ilan Batu Uru, Kecamatan Walenrang Barat. Produk wastra tersebut merupakan hasil binaan Dekranasda Luwu bersama Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian setempat.
Kain tenun khas Ilan Batu Uru sebelumnya telah digunakan oleh Ketua Dekranasda Luwu Hj Kurniah Patahudding dan Wakil Ketua Dekranasda Luwu Nilasari Dhevy Bijak sebagai busana muslimah pada Lomba Fashion Show tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada akhir 2025.
Tas Singkerru Simulajaji: Kulit Asli Bermotif Ukir Khas Luwu Dibanderol Rp1,2 Juta
Dekranasda Luwu juga menampilkan tas berbahan kulit asli bermotif ukiran khas Luwu, Singkerru Simulajaji. Produk yang dibanderol sekitar Rp1,2 juta itu merupakan juara I lomba desain tas tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025.
Sairah menambahkan, saat ini Dekranasda Luwu bersama Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Luwu tengah mengupayakan pengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk tiga produk unggulan tersebut: tas Singkerru Simulajaji, Lito Bonelemo, dan kain tenun Ilan Batu Uru.
“Saat ini Dekranasda Luwu dan DKUP Luwu sedang mengupayakan memproduksi tas Singkerru Simulajaji dengan terlebih dahulu melakukan pelatihan pengrajin lokal,” kata Sairah.
Target: Produk UMKM Luwu Mampu Bersaing di Pasar Nasional dan Internasional
Stan Dekranasda Kabupaten Luwu berada di jajaran depan panggung hiburan utama TSM Makassar. Pameran nasional yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” itu dihadiri oleh Ketua Harian Dekranas Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian.
Melalui partisipasi pada pameran nasional tersebut, Dekranasda Luwu berharap berbagai produk kerajinan UMKM daerah semakin dikenal luas, memiliki nilai ekonomi yang tinggi, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.