MAKASSAR — Sebanyak 15 Kapolres di Sulawesi Selatan dimutasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335 hingga ST/1341 tertanggal 25 Juni 2026. Mutasi ini merupakan bagian dari pembinaan karier dan kebutuhan organisasi untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat, kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto di Makassar, Jumat.
Pergeseran Strategis di Tubuh Polda Sulsel
Mutasi tidak hanya terjadi di tingkat Polres, tetapi juga melibatkan pergeseran jabatan di lingkungan Polda. Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, misalnya, dipercaya menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel. Sementara itu, Kapolres Palopo AKBP Dedi Surya Dharma ditugaskan sebagai Wadirsamapta Polda Sulsel.
Kapolres Pangkep AKBP Muhammad Husni Ramli mendapat penugasan baru di Bareskrim Polri. Pergantian pimpinan juga terjadi di Polres Soppeng, Enrekang, Bone, Sidrap, Parepare, Wajo, Gowa, Bulukumba, dan Toraja Utara.
Dua Nama Baru di Bantaeng dan Maros
Dalam mutasi ini, AKBP Andi Mayasari Patongai dipercaya menjabat Kapolres Bantaeng. Sementara itu, AKBP Devi Sujana yang sebelumnya menjabat Kasatreskrim Polrestabes Makassar diangkat menjadi Kapolres Maros. Keduanya diharapkan membawa perspektif baru dalam pengamanan di wilayah masing-masing.
Penyegaran Organisasi dan Imbauan ke Masyarakat
"Mutasi jabatan ini adalah bagian dari pembinaan karier dan kebutuhan organisasi, serta sebagai bentuk penyegaran agar kinerja personel semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Kombes Pol. Didik Supranoto.
Didik juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengatasnamakan pejabat lama maupun pejabat baru yang meminta sesuatu dengan dalih mutasi jabatan. Secara nasional, mutasi kali ini mencakup 1.121 perwira tinggi dan perwira menengah Polri yang mendapatkan rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan.