SULAWESI SELATAN — Lepas E4 EV dibangun di atas tiga fondasi utama. Pertama, Leopard Aesthetics—bahasa desain yang terinspirasi dari karakter macan tutul: percaya diri, lincah, dan presisi. Kedua, Global Chassis Tuning yang diklaim memberikan kenyamanan dan stabilitas di berbagai kondisi jalan, termasuk Indonesia. Ketiga, Freedom Range Performance dengan klaim jarak tempuh hingga 500 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Angka 500 km itu menjadi salah satu senjata utama Lepas di pasar SUV listrik Tanah Air. Dengan jarak tempuh sebesar itu, kendaraan ini tidak hanya relevan untuk mobilitas harian di perkotaan, tetapi juga perjalanan antar kota tanpa rasa cemas akan titik pengisian daya.
LEX Platform: Fondasi Kabin Hening dan Ruang Kaki Luas
Di balik bodi bergaya Leopard Aesthetics, Lepas E4 EV menggunakan LEX Platform, platform khusus kendaraan listrik yang dirancang untuk efisiensi ruang. Hasilnya, kabin lebih lega, tingkat kebisingan rendah, dan stabilitas terjaga. Platform ini juga sudah disesuaikan dengan karakter iklim dan jalan di Indonesia—langkah yang jarang dilakukan pendatang baru di segmen ini.
“Yang paling diingat pengguna bukan spesifikasi, tetapi pengalamannya,” ujar Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia. Pernyataan itu menegaskan bahwa Lepas tidak ingin sekadar mengejar angka di brosur, melainkan menciptakan koneksi emosional dengan pemiliknya.
Segmen Premium, Harga Masih Dikalkulasi
Lepas secara terbuka mengincar segmen premium electric vehicle. Artinya, fokus pengembangan tidak hanya pada motor listrik dan baterai, tetapi juga kualitas suspensi, keheningan kabin, serta material interior. Meski demikian, harga resmi Lepas E4 EV belum diumumkan dan masih dalam tahap formulasi.
Dengan kombinasi desain berkarakter, platform modern, dan jarak tempuh 500 km, Lepas E4 EV berpotensi menjadi alternatif baru di pasar SUV listrik Indonesia yang semakin ramai. Semua akan terjawab saat GIIAS 2026 bergulir.