Pencarian

2 Bulan Disandera Perompak Somalia, Keluarga Kapten Kapal Asal Gowa Ungkap Kondisi Terkini

Senin, 22 Juni 2026 • 17:16:31 WIB
2 Bulan Disandera Perompak Somalia, Keluarga Kapten Kapal Asal Gowa Ungkap Kondisi Terkini
Keluarga kapten kapal asal Gowa menanti kabar pembebasan setelah dua bulan disandera perompak Somalia.

GOWA — Dua bulan sudah keluarga di Gowa, Sulawesi Selatan, hidup dalam ketidakpastian. Seorang kapten kapal asal daerah itu masih disandera perompak Somalia dan hingga kini belum ada titik terang soal pembebasannya.

Keluarga mengaku hanya bisa menanti kabar dari berbagai pihak. Informasi yang mereka terima masih simpang siur, sementara komunikasi dengan korban terputus total sejak peristiwa penyanderaan terjadi.

Kronologi Penyanderaan yang Tak Kunjung Usai

Peristiwa penyanderaan itu terjadi di perairan Somalia, salah satu jalur laut paling rawan di dunia. Kapal yang dikemudikan korban dihadang komplotan perompak bersenjata yang langsung mengambil alih kendali kapal.

Korban diketahui merupakan warga asli Kabupaten Gowa yang sudah lama berprofesi sebagai nahkoda kapal niaga. Ia berlayar bersama kru lainnya sebelum akhirnya ditawan.

Keluarga Desak Pemerintah Turun Tangan

Keluarga korban mendesak pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri, untuk mengambil langkah konkret. Mereka ingin ada komunikasi resmi dengan pihak berwenang di Somalia atau negara terkait.

"Kami hanya ingin kepastian. Apakah beliau masih hidup, bagaimana kesehatannya, apa yang bisa kami lakukan dari sini," ujar salah satu anggota keluarga kepada Tribun-Timur.com.

Belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri RI terkait kasus penyanderaan ini. Keluarga berharap ada tim negosiasi yang dikirimkan untuk membuka jalur komunikasi dengan perompak.

Apa yang Bisa Dilakukan Keluarga Saat Menunggu?

Keluarga korban saat ini hanya bisa berkoordinasi dengan perusahaan tempat korban bekerja. Mereka juga terus memantau perkembangan dari pemberitaan internasional terkait aktivitas perompak di Somalia.

Beberapa lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada perlindungan pekerja migran dan pelaut juga mulai memberikan pendampingan. Namun, tanpa akses langsung ke lokasi, upaya yang bisa dilakukan sangat terbatas.

Perompakan Somalia: Ancaman yang Tak Pernah Reda

Perairan Somalia sejak lama dikenal sebagai salah satu zona paling berbahaya bagi pelayaran niaga. Meski patroli internasional sempat menekan angka perompakan, serangan terhadap kapal-kapal asing masih kerap terjadi.

Para perompak biasanya menahan kapal dan awaknya hingga tebusan dibayarkan. Proses negosiasi bisa berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Kasus penyanderaan kapten asal Gowa ini menjadi pengingat bahwa risiko di laut lepas masih sangat nyata bagi para pelaut Indonesia yang bekerja di kapal asing.

Bagikan
Sumber: makassar.tribunnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks