SULAWESI SELATAN — Petani di Konawe Selatan memasuki musim panen di saat yang bersamaan dengan percepatan serapan gabah oleh Bulog. Hingga awal Juni 2026, lembaga pangan pelat merah itu telah menyerap 3,01 juta ton gabah dari berbagai daerah.
Angka itu mencerminkan upaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus mengamankan cadangan beras pemerintah. Konawe Selatan sendiri merupakan salah satu lumbung padi di Sulawesi Tenggara yang panennya berlangsung pada periode ini.
Mengapa Serapan Gabah Ini Penting
Serapan gabah nasional yang tembus 3 juta ton dalam lima bulan pertama 2026 menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan. Bulog bertugas menyerap hasil panen petani dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram gabah kering panen.
Dengan adanya penyerapan ini, petani diharapkan tidak mengalami jatuhnya harga saat panen raya. Sebaliknya, Bulog juga mengamankan pasokan untuk distribusi ke daerah rawan pangan dan program bantuan sosial.
Dampak Langsung ke Petani
Bagi petani di Konawe Selatan, panen kali ini berbarengan dengan kepastian serapan Bulog. Mereka bisa menjual gabah langsung ke gudang Bulog terdekat tanpa perantara yang kerap memotong harga.
Pemerintah daerah setempat turut mendorong petani untuk memanfaatkan skema ini. Kepala Dinas Pertanian Konawe Selatan menyebut luas tanam padi di wilayah itu mencapai 12.000 hektare pada musim tanam pertama 2026.
Target dan Tantangan ke Depan
Bulog menargetkan serapan gabah nasional bisa menembus 5 juta ton hingga akhir tahun. Namun, tantangan cuaca ekstrem dan alih fungsi lahan masih membayangi produksi padi di beberapa wilayah.
Kementerian Pertanian terus mendorong perluasan areal tanam dan penggunaan bibit unggul untuk mengejar target produksi 32 juta ton beras tahun ini. Serapan gabah oleh Bulog menjadi salah satu instrumen kunci agar harga di tingkat petani tetap menguntungkan.
Dengan capaian 3,01 juta ton hingga Juni, Bulog masih memiliki waktu enam bulan untuk mengejar sisa target. Konawe Selatan dan daerah sentra lainnya akan menjadi penentu utama realisasi akhir tahun.