Pencarian

Pemprov Sulsel dan Vale Bangun Matano Belt Road 35 Km di Luwu Timur, Target Pangkas Jarak Tempuh Warga ke Sulteng

Selasa, 09 Juni 2026 • 13:24:31 WIB
Pemprov Sulsel dan Vale Bangun Matano Belt Road 35 Km di Luwu Timur, Target Pangkas Jarak Tempuh Warga ke Sulteng
Proyek Matano Belt Road sepanjang 35 km akan menghubungkan tiga titik utama di Luwu Timur.

MAKASSAR — Jalan lingkar yang membentang di pesisir Danau Matano itu akan menghubungkan tiga titik utama: Desa Ussu di Kecamatan Malili, Kecamatan Nuha, hingga batas Provinsi Sulawesi Tengah. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut proyek ini sebagai warisan atau legacy bagi Luwu Timur sebagai daerah penghasil sumber daya alam.

Pangkas Waktu Tempuh yang Selama Ini Andalkan Kapal

Selama ini, warga yang hendak menyeberang dari Malili ke arah Sulawesi Tengah harus naik kapal melintasi Danau Matano. Dengan adanya Matano Belt Road, perjalanan darat sepanjang 35 kilometer diyakini bisa memangkas waktu tempuh secara signifikan.

"Inilah yang akan menjadi legacy untuk menegaskan Luwu Timur sebagai penghasil sumber daya alam, dan 35 kilometer ini akan memangkas jarak tempuh masyarakat kita naik kapal dari Malili ke Sulawesi Tengah," ujar Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Senin.

Dua Paket Infrastruktur: Jalan dan Irigasi Total Rp359 Miliar

Tidak hanya jalan lingkar, Kabupaten Luwu Timur juga mendapat paket infrastruktur tambahan. Pertama, Paket 6 MYP untuk peningkatan struktur jalan pada ruas Ussu–Nuha hingga batas Provinsi Sulawesi Tengah senilai Rp239 miliar. Ruas ini disebut sebagai jalur penting penunjang aktivitas masyarakat dan distribusi barang.

Kedua, rehabilitasi Daerah Irigasi Angkona melalui Paket 4 MYP senilai Rp120 miliar. Proyek irigasi ini tidak hanya menyasar Luwu Timur, tetapi juga mencakup Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, Luwu, dan Luwu Utara.

"Luwu Timur juga termasuk dalam pembangunan irigasi melalui Paket 4 MYP Rehabilitasi Daerah Irigasi senilai Rp120 miliar," kata Gubernur saat menghadiri Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur.

Mengapa Danau Matano Jadi Titik Strategis?

Danau Matano merupakan danau tektonik terdalam di Asia Tenggara dan menjadi salah satu kawasan pertambangan nikel PT Vale Indonesia. Selama puluhan tahun, daerah ini menyuplai nikel untuk kebutuhan industri global. Pembangunan jalan lingkar pesisir dinilai sebagai bentuk kompensasi atas eksploitasi sumber daya alam yang telah berlangsung lama.

Dengan adanya akses darat yang lebih pendek, distribusi logistik dan mobilitas warga di tiga kecamatan—Malili, Nuha, dan perbatasan Sulteng—diharapkan lebih efisien. Pemerintah provinsi menargetkan pembangunan dimulai pada tahun ini, meskipun jadwal pasti penyelesaian proyek belum dirinci.

Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks