MAKASSAR — Polemik seleksi calon anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan berbuntut panjang. Komisi E DPRD Sulsel akhirnya memanggil Kepala Kesbangpol Sulsel untuk mempertanggungjawabkan proses rekrutmen yang disebut sarat kejanggalan.
Pemanggilan ini dilakukan setelah sejumlah laporan masuk ke DPRD. Laporan itu menyebutkan adanya dugaan praktik nepotisme dan ketidaknetralan panitia dalam menentukan nama-nama yang lolos seleksi.
Apa yang Dikeluhkan Warga?
Sejumlah orang tua calon peserta melayangkan protes. Mereka mengaku menemukan nama-nama tertentu yang diduga lolos tanpa melalui prosedur standar. Salah satu temuan yang mencuat adalah adanya calon yang dinilai tidak lolos tes fisik dan wawasan kebangsaan, namun tetap masuk daftar akhir.
“Kami menduga ada intervensi dari pihak tertentu. Ini soal harga diri dan kepercayaan publik terhadap proses seleksi,” ujar seorang perwakilan orang tua yang enggan disebut namanya.
DPRD Minta Seleksi Diulang
Komisi E DPRD Sulsel mendesak Kesbangpol untuk membuka seluruh data seleksi secara transparan. Jika terbukti ada pelanggaran prosedur, mereka meminta agar proses seleksi diulang dari awal.
“Kami tidak ingin Paskibraka Sulsel diisi oleh orang-orang yang tidak kompeten. Ini menyangkut nama baik daerah di tingkat nasional,” tegas anggota Komisi E DPRD Sulsel, Andi Muhammad Arsyad, dalam rapat dengar pendapat.
Bagaimana Tanggapan Kesbangpol?
Kepala Kesbangpol Sulsel yang hadir dalam rapat membantah adanya kecurangan. Ia mengklaim seluruh tahapan seleksi telah berjalan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Kami siap menunjukkan berita acara dan hasil penilaian setiap peserta. Tidak ada yang kami tutupi,” ujarnya di hadapan anggota dewan.
Meski demikian, ia mengakui ada beberapa kendala teknis dalam proses verifikasi administrasi. Namun, hal itu disebutnya tidak memengaruhi hasil akhir seleksi secara keseluruhan.
Nasib 40 Calon Paskibraka Sulsel
Sebanyak 40 calon anggota Paskibraka Sulsel telah menjalani pemusatan latihan sejak pekan lalu. Namun, status mereka kini menggantung menunggu hasil investigasi DPRD.
Jika seleksi dinyatakan cacat prosedur, bukan tidak mungkin puluhan calon tersebut harus menjalani tes ulang. Situasi ini tentu menimbulkan kecemasan di kalangan peserta dan orang tua.
Apa Langkah DPRD Selanjutnya?
DPRD Sulsel berencana membentuk panitia pengawas independen untuk mengawal proses seleksi tahun ini. Mereka juga akan memanggil BPIP sebagai pihak yang menerbitkan standar seleksi Paskibraka.
“Kami ingin kejadian ini menjadi evaluasi besar. Jangan sampai ada lagi calon Paskibraka yang dipilih karena ‘orang dalam’,” pungkas Andi Muhammad Arsyad.
Kapan Seleksi Paskibraka Sulsel Diulang?
Belum ada kepastian jadwal pengulangan seleksi. DPRD memberikan waktu satu pekan kepada Kesbangpol untuk melaporkan hasil evaluasi internal. Keputusan final akan diambil setelah seluruh dokumen diverifikasi oleh panitia pengawas.