SULAWESI SELATAN — Pemerintah setempat terus mengerahkan tim penyelamat untuk mencari korban hilang di tengah tumpukan lumpur dan puing-puing permukiman yang hancur. Stasiun televisi pemerintah CCTV melaporkan jumlah korban jiwa bertambah dari tiga orang pada Minggu (24/5/2026) menjadi sembilan orang sehari setelahnya.
Hujan Ekstrem Sabtu Malam Picu Bencana di Distrik Yongchuan
Curah hujan yang turun secara tiba-tiba pada Sabtu malam memicu banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah lingkungan permukiman dan desa di Distrik Yongchuan. Kantor berita pemerintah Xinhua menyebut lebih dari 2.000 warga telah dievakuasi dari daerah rawan bencana.
Foto udara yang dirilis kantor berita setempat memperlihatkan Desa Anxi di Distrik Yongchuan berubah menjadi hamparan air dan lumpur. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terjangan material longsor.
Operasi Pencarian Korban Hilang Masih Berlangsung
Tim penyelamat terus dikerahkan untuk mencari 11 warga yang dilaporkan hilang sejak bencana terjadi. Operasi pencarian dilakukan di titik-titik yang sulit dijangkau akibat akses jalan yang terputus dan tertimbun material.
Media pemerintah sebelumnya melaporkan tiga korban tewas pada Minggu. Namun, jumlah korban terus bertambah seiring operasi pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung di wilayah terdampak.
Gelombang Hujan Lebat Landa Wilayah Tengah dan Barat Daya China
Bencana di Chongqing terjadi di tengah gelombang hujan lebat yang melanda sebagian wilayah tengah dan barat daya China dalam beberapa hari terakhir. Pekan lalu, puluhan orang dilaporkan tewas akibat banjir dan longsor yang dipicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah negara tersebut.
Pemerintah daerah setempat telah menyiagakan personel dan peralatan darurat untuk mengantisipasi potensi bencana susulan di kawasan rawan longsor dan banjir bandang.