Pencarian

Ribuan Hektare Sawah di Bulukumba Terancam Kekeringan, Petani Diminta Percepat Masa Tanam Sebelum Agustus 2026

Senin, 11 Mei 2026 • 23:15:06 WIB
Ribuan Hektare Sawah di Bulukumba Terancam Kekeringan, Petani Diminta Percepat Masa Tanam Sebelum Agustus 2026
Penyuluh pertanian Bulukumba memberikan edukasi percepatan tanam di lahan sawah rawan kekeringan.

BULUKUMBA — Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mulai menggerakkan penyuluh pertanian ke seluruh kecamatan. Langkah ini diambil untuk memastikan petani di wilayah rawan kekeringan segera menyesuaikan jadwal tanam mereka.

Kepala Dinas Pertanian Bulukumba, Andi Trismiati, menyebut bahwa sebagian besar lahan yang terancam adalah sawah tadah hujan. Lahan jenis ini sepenuhnya bergantung pada curah hujan tanpa dukungan irigasi tetap.

“Karena itu kami meminta petani segera mempercepat masa tanam agar bisa panen sebelum musim kemarau tiba,” kata Trismiati, Senin (11/5/2026).

Varietas Genjah Jadi Andalan Petani Bulukumba

Salah satu strategi utama yang didorong Dinas Pertanian adalah penggunaan varietas padi genjah atau berumur pendek. Jenis padi ini memiliki masa panen sekitar dua bulan, jauh lebih cepat dari varietas biasa yang bisa mencapai tiga hingga empat bulan.

Dengan waktu panen yang singkat, petani diharapkan bisa memanen hasilnya sebelum debit air mulai menyusut drastis pada puncak kemarau. Langkah ini dianggap paling realistis mengingat prakiraan cuaca yang tidak bisa diubah.

Jaringan Irigasi Tak Sepenuhnya Menjamin Keamanan

Meski sebagian area persawahan di Bulukumba telah memiliki jaringan irigasi, Dinas Pertanian tetap mengingatkan potensi risiko. Musim kemarau ekstrem yang berkepanjangan bisa menurunkan debit air secara signifikan, bahkan di area yang selama ini dianggap aman.

“Antisipasi tetap perlu dilakukan,” tegas Trismiati. Ia menambahkan bahwa penyuluh pertanian kini diterjunkan untuk memberikan edukasi langsung mengenai mitigasi kekeringan dan teknik pengelolaan air yang lebih efisien.

Data dari Dinas Pertanian Bulukumba mencatat luas sawah tadah hujan yang berpotensi terdampak mencapai 2.074,64 hektare. Angka ini menjadi perhatian serius karena petani di lahan tersebut tidak memiliki cadangan air selain dari hujan.

Imbauan Dini Sebelum Puncak Kemarau

Imbauan percepatan tanam ini disampaikan lebih awal agar petani memiliki waktu cukup untuk merencanakan masa tanam. Pemerintah kabupaten berharap tidak ada lahan yang terbengkalai ketika kemarau benar-benar tiba pada pertengahan tahun depan.

Para penyuluh pertanian saat ini tengah melakukan pendataan dan pendampingan di lapangan. Fokus utama mereka adalah desa-desa dengan konsentrasi sawah tadah hujan tertinggi di wilayah Bulukumba bagian timur dan selatan.

Bagikan
Sumber: tekape.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks