SULAWESI SELATAN — Peneliti keamanan Mark Blaszczyk menemukan celah kritis di Android 12 hingga 16 yang memungkinkan pesan teks berbahaya melumpuhkan ponsel Google Pixel dan Samsung Galaxy. Google telah menetapkan kerentanan ini sebagai CVE-2026-58882 dengan tingkat keparahan kritis dan merilis perbaikannya lewat patch keamanan Oktober.
Peneliti keamanan Mark Blaszczyk menemukan celah serius pada sistem Android yang dijuluki "SMS of Death". Serangan memanfaatkan pesan teks yang dirancang khusus untuk membuat komponen penanganan layanan telepon berhenti bekerja. Dampaknya bukan sekadar aplikasi force close biasa, melainkan gangguan yang menyentuh fungsi inti ponsel.
Laporan temuan dikirim ke Google pada 5 Mei 2026. Google kemudian menetapkan tingkat keparahan kritis dengan kode CVE-2026-58882.
Pesan yang dirancang khusus membuat komponen Android yang menangani layanan telepon berhenti bekerja. Panggilan aktif ikut terputus, termasuk panggilan darurat yang sedang berlangsung.
Jika menerima sekitar 20 pesan berbahaya, perangkat tertentu bisa terus mengalami crash setiap kali mencoba memproses pesan tersebut. Kondisi terburuknya, ponsel terjebak dalam bootloop hingga tidak bisa dipakai sama sekali.
Sistem keburu mengalami gangguan sebelum pesan sempat masuk ke kotak masuk atau memunculkan notifikasi. Pengguna tidak melihat apa pun, tapi ponsel sudah bermasalah.
Reset pabrik belum tentu menyelesaikan masalah. Jika operator masih terus mencoba mengirimkan pesan yang sama, perangkat bisa kembali crash setelah pemulihan. Dalam kondisi tertentu, pengguna mungkin membutuhkan bantuan komputer untuk menghapus pesan tersebut dari perangkat.
Menurut Blaszczyk, celah ini dapat dibuat pada perangkat Google Pixel dan Samsung Galaxy yang menjalankan Android 12 hingga 16. Pengguna kedua lini perangkat itu perlu memeriksa versi sistem operasinya masing-masing.
Kabar baiknya, perbaikan telah disertakan dalam pembaruan keamanan Android Oktober untuk versi 14 hingga 17. Pengguna yang sudah memasang patch terbaru seharusnya terlindungi dari celah ini.
Perangkat yang masih menggunakan Android 13 atau lebih lama berpotensi tetap rentan. Begitu pula perangkat yang sudah tidak lagi menerima dukungan pembaruan keamanan resmi dari produsen.
Bagi pengguna di Indonesia, pengecekan versi Android bisa dilakukan lewat menu Pengaturan > Tentang Ponsel. Pemilik Pixel dan Galaxy dari generasi beberapa tahun lalu sebaiknya memprioritaskan langkah ini, terutama jika ponsel masih dipakai untuk keperluan perbankan dan komunikasi darurat.
Celah yang menyentuh layanan telepon tergolong berbahaya karena panggilan darurat ikut terdampak. Pengguna yang masih bertahan dengan perangkat lama yang sudah tidak didukung pembaruan keamanan berada di posisi paling rentan terhadap CVE-2026-58882.