SULAWESI SELATAN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat 0,7% ke level 5.415 pada perdagangan Selasa (27/10/2026), setelah sempat dibuka melemah. Penguatan indeks ditopang kenaikan 406 saham, sementara nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp 1,7 triliun dari 5,2 miliar saham yang diperdagangkan.
Pergerakan IHSG sepanjang sesi berlangsung fluktuatif. Setelah dibuka di zona merah, indeks berhasil membalikkan keadaan dan bertahan di wilayah positif hingga penutupan, dengan rentang pergerakan antara level terendah 5.356 dan tertinggi 5.418.
Data BEI mencatat frekuensi transaksi mencapai 300 ribu kali sepanjang hari. Dari sisi breadth pasar, jumlah saham yang menguat jauh melampaui yang melemah, yaitu 406 saham naik berbanding 165 saham turun, sedangkan 179 saham lainnya bergerak stagnan.
Rasio saham naik terhadap saham turun yang mencapai lebih dari 2:1 menunjukkan penguatan indeks tidak hanya ditopang segelintir saham berkapitalisasi besar. Sebaran kenaikan yang lebar biasanya menjadi indikator bahwa minat beli menyebar ke seluruh sektor, bukan sekadar aksi selektif di saham-saham tertentu.
Meski begitu, nilai transaksi Rp 1,7 triliun tergolong tipis untuk ukuran pasar reguler. Angka ini mengindikasikan bahwa penguatan indeks lebih banyak didorong oleh minimnya tekanan jual ketimbang derasnya arus beli baru.
Level 5.418 yang menjadi titik tertinggi hari ini akan menjadi resistensi terdekat pada sesi berikutnya. Jika indeks mampu bertahan di atas 5.400, peluang penguatan lanjutan terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan zona hijau berpotensi mengembalikan IHSG ke area 5.356.
Pelaku pasar perlu mencermati apakah kenaikan hari ini berlanjut dengan volume yang lebih besar. Penguatan tanpa dukungan nilai transaksi yang memadai kerap sulit dipertahankan lebih dari beberapa sesi.
Bagi investor jangka pendek, sebaran kenaikan yang lebar memberi ruang seleksi saham yang lebih luas di luar emiten perbankan dan energi yang biasanya mendominasi penguatan indeks. Namun disiplin pada level support dan resistensi tetap menjadi kunci di tengah nilai transaksi yang belum menunjukkan percepatan.